Volume Sampah Plastik di Kota Pasuruan Mencapai 16.000 Ton, Ritel Modern Tak Boleh Lagi Sediakan Kantong Plastik

Amal Taufik
Amal Taufik

Monday, 23 Feb 2026 17:02 WIB

Volume Sampah Plastik di Kota Pasuruan Mencapai 16.000 Ton, Ritel Modern Tak Boleh Lagi Sediakan Kantong Plastik

KANTONG: Ritel modern di Kota Pasuruan sudah tak lagi menyediakan kantong plastik belanja.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Volume sampah plastik di Kota Pasuruan jadi sorotan. Pemkot bersama pengusaha ritel modern sepakat tak boleh lagi menyediakan kantong plastik belanja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Pasuruan, Samsul Rizal mengungkapkan, pemkot sebenarnya sudah mengatur pengurangan sampah plastik ini sejak tahun 2016. "Kami sudah punya Perwali Nomor 38 Tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik," kata Rizal, Senin (23/2/2026).

Namun memang selama ini implementasi perwali tersebut belum optimal. Barulah sejak bulan Februari ini, setelah rapat antara pemkot dengan pengusaha ritel modern, sepakat tak menyediakan kantong plastik belanja. "Sudah diperkuat dengan Instruksi Wali Kota Pasuruan Nomor 45 Tahun 2026," ujarnya.

Rizal menyebut, volume sampah di Kota Pasuruan pada tahun 2024 mencapai 54.000 ton. Dari total tersebut, 30,02 persen di antaranya adalah sampah plastik atau sekitar 16.000 ton.

Kondisi ini, menurut Rizal, mendesak agar regulasi pengurangan kantong plastik benar-benar diimplementasikan secara maksimal. "Semua ritel modern seperti Indomaret, Alfa Mart, Alfa Midi seluruh Kota Pasuruan sudah menerapkan regulasi pengurangan penggunaan kantong plastik," imbuh Rizal.

Terpisah, Ketua Organisasi Pecinta Alam Pasuruan Tanpa Batas (OPA PATAS), Muhajir mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut sudah tepat, mengingat saat ini semakin banyaknya toko retail baru yang bermunculan di kota pasuruan.

Muhajir bersama organisasi pecinta alam lainnya sempat menggelar aksi gerebek kresek di salah satu titik pasar takjil di Kota Pasuruan. Mereka mendatangi para pembeli yang menenteng kresek lalu menggantinya dengan kantong ramah lingkungan.

"Kalau tidak di kontrol dengan kebijakan pemkot, kita tidak tahu semakin banyak sampah plastik yang dihasilkan di dalam Kota Pasuruan yang mana ujungnya malah bikin tumpukan di TPA karena susah terurai," ujar Muhajir. (pik/why)


Share to