Warga Antusias Nonton Kerap Sapi Brujul, Rela Kecipratan Lumpur

Alvi Warda
Monday, 22 May 2023 10:02 WIB

CIPRAT: Lomba kerap sapi brujul di Jl. Semeru, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Minggu (21/5/2023).
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Warga Probolinggo antusias menyaksikan Lomba Kerap Sapi Brujul, Minggu (21/5/2023) di Jalan Semeru, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Saking antusiasnya, mereka bahkan rela kecipratan lumpur.
Lomba gelaran Tim Bajing Ireng itu dilangsungkan di area sawah yang padinya sudah dipanen. Setiap kali sapi brujul dikerap, injakan kaki sapi menyipratkan lumpur tanah ke mana-mana. Karena jarak area lomba dengan penonton tidak bersekat, cipratan lumpur pun mengarah ke penonton.
Para penonton berada di sisi selatan dan utara arena perlombaan. Anak kecil, ibu-ibu dan bapak-bapak antusias menyaksikan perlombaan yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB itu. Beberapa penonton terlihat membawa payung.
Sapi dikerap dari arah timur dengan titik finish ke arah barat. Saat panitia menyerukan start dengan hitungan mundur, dua sapi dengan satu penunggang meluncur. Saat itulah, lumpur tanah mengenai penonton.

Bahkan, ada beberapa sapi yang keluar garis, menuju sisi selatan arena lomba, tempat penonton. Penonton pun berhamburan lari, khawatir diseruduk sapi. Namun, gelak tawa dan rasa keseruan justru terjadi.
Prayit, warga Desa Kareng Kidul Kecamatan Wonomerto, menjadi salah satu penggemar kerapan sapi brujul. Ia datang setiap ada kerap sapi brujul di Probolinggo. "Senang sekali. Dari kecil saya suka lihat," katanya.
Ia berharap, lomba sapi brujul terus berlanjut. Sebab, warga Probolinggo memiliki kesenangan terhadap budaya lokal tersebut. ”Gak papa dah meski disiram lumpur sama sapinya, saya senang sekali," ucapnya sambil tertawa senang.
Perlombaan kerap sapi brujul ini akan menentukan juara 1 hingga 6. Abdul Wahid selaku ketua panitia mengatakan ada 40 peserta yang mengikuti lomba. Total hadiahnya Rp 15 juta. "Perlombaan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun Tim Bajing Ireng, sekaligus melestarikan kebudayaan," ujarnya. (alv/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)