Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-03 16:10:32

Warga Banyuwangi Temukan 36 Kilogram Koin China Kuno

UANG KEPENG: Kepingan uang Kepeng yang merupakan mata uang China kuno saat zaman Majapahit, ditemukan dalam jumlah banyak oleh warga Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Warga Dusun Wonosari, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, dihebohkan dengan kabar penemuan koin kuno dalam jumlah banyak dengan berat mencapai 36 kilogram.

Koin kuno itu ditemukan pada Selasa (02/2/2021) kemarin sekitar pukul 10 pagi, oleh dua orang yang sedang melakukan perataan tanah untuk lahan parkir sebuah warung makan bernama “Waroeng Kemarang”.

Owner Waroeng Kemarang, Wowok Meriyanto, saat ditemui pada Rabu (03/2/2021) menyampaikan, saat itu pihaknya sedang melakukan perbaikan perataan tanah untuk lahan parkiran warungnya. Saat pekerja mulai meratakan tanah sekitar 1 meter, ditemukanlah koin yang sudah bercampur tanah.

Dijelaskannya, ada dua tahap penemuan koin itu. Koin pertama dalam jumlah banyak ditemukan dengan kondisi menyatu dengan tanah, hingga membentuk sebuah bongkahan. Saat ditimbang, bongkahan koin bercampur tanah itu seberat 35 kilogram.

Dari temuan itu, ia langsung menghubungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. Tim Ahli Purbakala kemudian datang ke lokasi penemuan, dan membawa alat metal detector yang bisa mendeteksi keberadaan logam di sekitar lokasi. “Akhirnya ditemukan kembali, namun tidak banyak,” katanya. Jika ditotal, berat ribuan koin itu mencapai 36,5 kilogram.

Saat diperiksa, koin-koin itu bentuknya tipis dan berlubang di bagian tengahnya. Kini, koin tersebut masih disimpan oleh Wowok. Tapi jika Disbudpar ingin mengoleksi koin tersebut, Wowok bersedia menyerahkannya. “Yang jelas kami tidak akan menjual kepada siapapun," katanya.

Terpisah, salah satu Tim Ahli Arkeolog Disbudpar Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo mengatakan, koin kuno yang ditemukan di Kemarang merupakan uang Kepeng. Uang Kepeng merupakan mata uang kuno asal China zaman kuno, yang didatangkan ke Indonesia di masa kerajaan Majapahit.

Bayu menjelaskan, ciri dari uang Kepeng yakni di permukaannya terdapat tulisan huruf China, nama kaisar dan dinastinya. Tapi, Bayu tak mengetahui koin tersebut dari dinasti apa. “Nanti kita akan teliti lebih lanjut," terangnya.

Ia menyampaikan, bahwa penemuan uang Kepeng di Banyuwangi sudah sering terjadi. Bahkan, Museum Blambangan sudah memiliki koleksi uang Kepeng sebanyak 3.200 keping. "Penemuan itu bisa ditaruh di Kemarang sendiri untuk dijadikan koleksi," jelasnya. (peb/don)