Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-02 20:50:42

Warga Desa Tegalwatu Demo, Tuntut Pilkades Ulang

PILKADES: Massa pendukung Cakades Tegalwatu nomor urut 1 Lasuman, mendemo kantor Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Mereka menuntut agar pemerintah menggelar Pilkades ulang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Ratusan warga Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kecamatan Tiris, Rabu (2/3/2022). Dalam aksinya, warga meminta pemerintah untuk menggelar Pilkades ulang di Desa Tegalwatu.

Diketahui, Pilkades Desa Tegalwatu yang digelar pada 17 Februari 2022, terdapat tiga calon kepala desa. Yaitu calon nomor urut 1 atas nama Lasuman dengan perolehan 984 suara; calon nomor urut 2 atas nama Suraji dengan 974 suara; dan calon nomor urut 3 atas nama Hasin dengan perolehan 985 suara.

Baca Juga : Pilkades Serentak Rampung, Tapi 4 Desa di Probolinggo Masih Dijabat Pj

Kapolsek Tiris, Iptu Agus Supriyanto mengatakan aksi demonstrasi itu dilakukan oleh massa pendukung cakades nomor urut 1. Ada sekitar 300 orang yang mengikuti demo tersebut, dan diangkut menggunakan 2 truk, 6 pikap, serta 15 sepeda motor. "Dimulai pukul 10.30, sampai pukul 12.00 WIB," terangnya.

Baca Juga : 249 Kepala Desa se-Kabupaten Probolinggo Dilantik

Kapolsek menjelaskan jika perwakilan dari peserta aksi melakukan mediasi dengan Camat Tiris. Dalam kesempatan itu, Abdul Wafi, selaku koordinator lapangan aksi menyampaikan bahwa ada dugaan Panitia Pemilihan (Panlih) Desa Tegalwatu tidak netral.

Ia juga menyebut ada dugaan Panlih kurang transparansi terkait penetapan DPT. Karena itu, Wafi meminta Pilkades Tegalwatu dilakukan untuk pemilihan ulang. Ia juga meminta semua tuntutannya untuk diperhatikan. "Kalau tidak diperhatikan, akan melakukan aksi lebih besar lagi," ucapnya.

Kapolsek melanjutkan, Camat Tiris Teguh Prihantoro saat mediasi mengatakan bahwa saat pemilihan berlangsung semua saksi sudah sepakat atas hasil penghitungan. Dan jika masih belum puas dengan keputusan Panlih, maka bisa menempuh jalur hukum. "Maka peserta dipersilahkan ajukan keberatan ke pengadilan," katanya.

Kapolsek memastikan, aksi demonstrasi itu berjalan lancar dan kondusif. (zr/don)