Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-29 21:35:56

Warga Kotaanyar Sempat Kehilangan Tas di Halaman Museum Kota Probolinggo

CEMAS: Pasutri Asal Kotaanyar meminta bantuan petugas loket Museum Rasulullah usai tas bayi miliknya hilang di halaman Museum Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Perasan kalut dan cemas dialami pasangan suami istri asal Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Pasutri yang diketahui bernama Lutfin Hermanto dan Lutfiatul Hidayah ini merasa sedih setelah tas berisi uang tunai sebesar Rp 1.850.000, dan tiga unit HP, itu tertingal saat parkir di halaman Museum Kota Probolinggo.

Peristiwa itu terjadi di museum yang terletak di Jalan Suroyo Kota Probolinggo, Minggu (29/11/2020) pukul 11.30. Beruntung tas bayi milik korban berhasil diamankan pedagang kaki lima dan diserahkan kepada polisi setempat. "Kami beli makan di sebelah. Karena antre, saya dan anak saya main ke museum. Sambil menunggu istri saya yang mengantre," terang Lutfin Hermanto.

Baca Juga : Cek Museum, Wali Kota Probolinggo Pastikan Pengunjung Taati Protokol Kesehatan

Setelah istrinya membeli makanan, mereka bersiap-siap pulang. Nahas saat mereka sampai di Wisata Pantai Bentar, Desa Curahsawo, Kabupaten Probolinggo, mereka ingat jika tasnya tidak ada. Lantas mereka kembali ke Museum Kota Probolinggo.

Baca Juga : Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Soal Museum Rasulullah

Seingat kedua pasutri itu, tas miliknya itu digantung di pagar taman Museum Kota Probolinggo. Setelah sampai di loaksi kejadian, teranyata tas bayi tersebut tidak ada. Mereka lantas menanyakan kepada petugas loket tiketing Museum Kota Probolinggo. "Saya minta tolong untuk menghubungi nomor HP saya, tapi tidak diangkat," jelasnya.

Adapun setelah kelima kalinya HP yang hilang dihubungi, akhirnya diterima dan diangkat. Ternyata pedagang bakso di Museum Kota Probolingg yang mengangkat hp mereka. "Tas saya sudah ada di Mapolres diamankan pedagang bakso," jelasnya.

Adapun Steering Comitte (SC) Indonesia Merindu (IM) yang mengelola museum, Taufik mengatakan peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi ke depan. Pihaknya akan menambah kamera CCTV. Karena satu unit kamera CCTV yang sudah ada, itu terbatas kemampuan merekamnya. "CCTV kita hidup, cuman untuk arah kesana tidak terjangkau, karena hanya memantau wilayah halaman museum saja. Saya kira korbannya pengunjung, ternyata orang numpang parkir. Saya tanya dia istirahat di sini, habis itu pulang. Tasnya ditaruh di pagar gerbang keluar, dan ingatnya di Bentar. Alhamdulillah sudah ketemu," jelasnya. (hla/hvn)