Muhammad Syaihul Mizan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-18 10:27:54

Warga Lereng Gunung Semeru Krisis Air Bersih

DROPING: Sejumlah pihak masih terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga lereng Gunung Semeru, termasuk upaya dari MDMC dan Lazismu Lumajang.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada dua pekan lalu, tidak hanya mengakibatkan guguran lava dan lahar panas. Kondisi itu juga berdampak pada krisis air bersih, sehingga warga di lereng Gunung Semeru membutuhkan droping air bersih. 

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah beberapa kali menyuplai air layak konsumsi. Tak hanya oleh BPBD Lumajang, langkah serupa juga dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Amil Zakat dan Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Lumajang.

Baca Juga : Selain Erupsi Semeru, Longsor-Banjir Ancam Lumajang

Dengan menggalang bantuan dari para donator, MDMC dan Lazismu Lumajang memberikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Kamis (17/13/2020).

Baca Juga : BPBD Imbau Warga di Lereng Gunung Semeru Tetap Waspada

Kepala Desa Supit Urang, Nurul, mengatakan bahwa untuk saat ini warga RT 9,10,11 Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo masih kekurangan air bersih. Hal itu dikarenakan ada saluran pipa yang terputus akibat erupsi Gunung Semeru, serta kondisi sumber air di sumur warga masih dalam kondisi panas aibat guguran lahar.

"Pipanisasi dan bangunan sumber air bersih rusak akibat terseret aliran lahar dingin," ungkap Nurul.

Selain menyalurkan air bersih, MDMC dan Lazismu Lumajang juga memberikan bantuan sembako, air mineral, serta kebutuhan bayi seperi halnya bubur, popok bayi, susu, dan biskuit.

Sementara, ketua MDMC Lumajang, Anggit, mengatakan bahwa sampai saat ini warga masih membutuhkan air bersih. “Sumber air belum bisa diperbaiki karena tertutup abu vulkanik,” ujar Anggit. (mz/don)