Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-17 15:28:55

Warga Minta Pariyem Melaporkan Kekerasan Fisik oleh Majikannya ke Polisi

GERAM: Warga mendampingi Pariyem melaporkan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Menuk, majikannya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kasus dugaan kekerasan fisik yang dialami Pariyem, 44, dan anaknya, Asistem Rumah Tangga (ART) di Kota Probolinggo, membuat geram warga sekitar. Warga lantas mendorong korban untuk melaporkan tindakan Menuk, sang majikan ke polisi. Warga dan korban lantas melaporkan kejadian itu ke polisi, Selasa (16/2/2021).

Titik, Ketua RT 4/RW 1, Keluruhan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, saat ditemui awak media mengatakan, laporan tersebut inisiatif warga. “Ini kehendak warga saya untuk ditindaklanjuti ke jalur hukum. Selain dianiaya, korban juga tidak mendapat makan yang layak. Sampai-sampai nyari makanan sisa di sampah restoran,” katanya.

Baca Juga : Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KONI Kota Probolinggo, Rahardian Juniardi Targetkan Seribu Atlet Berprestasi

Karena itu, warga kemudian menjemput Pariyem di rumah anak angkatnya. Titik mengatakan, selama ini warga tidak pernah tahu jika di rumah Menuk ada ART.  Padahal, Pariyem disebut-sebut menjadi ART sejak 2014. Warga baru mengetahui ketika ada seorang perempuan mengais sampah untuk makan.      

Baca Juga : DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo Bagikan Santunan kepada 600 Warga

Warga juga geram ketika Menuk menuding Pariyem mencuri perhiasan Menuk sebanyak 2 kali. “Saya sempat mendengar bahwa Pariyem dituduh mencuri,” katanya. Karena itulah, warga tak ingin kasus itu selesai secara damai.

Soal Menuk yang sudah membayar gaji Pariyem, adalah persoalan lain. Karena saat pelunasan gaji sebesar Rp 12,6 juta itu, tidak ada kesepakatan damai. Hal itu dikuatkan pernyataan Candra, anak angkatnya. “Tidak (damai, Red), hanya persetujuan penandatanganan uang,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Susanto mengatakan, pihaknya masih mendalami dan melakukan penyidikan pada laporan korban. “(Laporan) baru kita terima, nanti kita dalami kasusnya,” jelasnya.

Diketahui, peristiwa itu bermula ketika Paroyem dan anaknya yang berusia 11 tahun, kabur dari rumah majikannya, Usman dan Menuk. Kaburnya Pariyem dan anaknya lantaran selama ini tak tahan dianiaya. Bahkan gajinya sejak tahun 2014 tak dibayar. Karena itulah, korban dan anaknya kabur dari lantai 2 rumah majikannya, Selasa (16/2/2021) sekira pukul 04.00 WIB. (ang/sp)