Warga Sambat Lalin Alun-Alun Semrawut di Malam Jumat Manis, Separuh Badan Jalan Jadi Lahan Parkir

Amal Taufik
Friday, 03 Jul 2026 10:14 WIB

PADAT: Suasana Alun-Alun Kota Pasuruan Kamis (2/7/2026) malam. (foto: istimewa)
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Ramainya masyarakat yang menghabiskan malam Jumat Manis di kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan, Kamis (2/7/2026) malam, diwarnai kemacetan lalu lintas (lalin). Parkir kendaraan yang meluber hingga memakan badan jalan, dikeluhkan warga karena membuat arus kendaraan tersendat.
Salah seorang warga, Zainal, mengaku terjebak kemacetan saat melintas dari arah utara menuju selatan alun-alun. Ia awalnya hanya ingin menikmati suasana malam, namun harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan akibat antrean kendaraan.
"Awalnya cuma mau menikmati udara malam. Tapi begitu masuk kawasan alun-alun malah kena macet, kendaraan hampir tidak bisa bergerak," ujarnya.
Menurut Zainal, kepadatan mulai terlihat sejak depan Kantor Pos hingga kawasan Mall Poncol. Banyak kendaraan diparkir di bahu jalan sehingga ruang yang bisa dilalui kendaraan menyempit. "Parkiran sudah memakan lebih dari separuh badan jalan. Jalur yang tersisa hanya cukup untuk satu mobil," katanya.

Ia menilai kondisi paling semrawut berada di depan rumah dinas Wakil Bupati Pasuruan. Di titik tersebut, kendaraan yang sudah masuk antrean nyaris tidak memiliki ruang untuk mendahului karena badan jalan dipenuhi kendaraan parkir.
Selain itu, Zainal mengaku tidak melihat adanya petugas yang mengatur arus lalu lintas maupun menertibkan kendaraan yang parkir di sepanjang ruas jalan tersebut. "Sayang sekali. Alun-alunnya sudah bagus dan ramai dikunjungi masyarakat, tapi lalu lintasnya belum tertata. Harusnya ada petugas yang mengatur supaya tidak macet seperti ini," tuturnya.
Warga berharap pemkot dapat melakukan penataan parkir serta pengaturan lalu lintas, terutama pada malam-malam tertentu seperti malam Jumat Manis ketika jumlah pengunjung meningkat tajam.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Hermanto belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut. Pesan yang dikirim lewat aplikasi WhatsApp belum berbalas. (pik/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)