Muhammad Syaihul Mizan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-18 15:13:31

Warga Terdampak Erupsi Semeru Tak Sampai Mengungsi

APG: Awan panas guguran (APG) yang berisi material abu vulkanik juga memenuhi aliran sungai di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran (APG), pada Sabtu (16/1/2021) sore lalu. Ada 3 kecamatan di Kabupaten Lumajang yang terdampak hujan abu vulkanik tebal, yang mengikuti arah angin ke utara. Yakni Kecamatan Pasrujambe, Senduro, dan Kecamatan Gucialit. Beruntung, warga di 3 kecamatan itu tak sampai mengungsi.

Tak hanya menerjang wilayah Lumajang, abu vulkanik Gunung Semeru juga sampai ke wilayah Kota Probolinggo dan sebagian Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Dampak Abu Vulkanik Gunung Raung, BPBD Imbau Warga Tetap di Rumah

Untuk setiap setiap kecamatan di Lumajang terdampak abu vulkanik, sedikitnya menimpa ada 3 sampai 4 desa. Tak hanya memenuhi atap rumah warga, abu muntahan dari kawah Gunung Semeru itu juga menghujani lahan pertanian di kawasan terdampak.

Baca Juga : Terdampak Abu Vulkanik Gunung Raung, Bandara Banyuwangi Ditutup

Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Lumajang mengatakan, guguran awan panas Semeru itu sebenarnya sisa dari erupsi pada bulan Desember 2020 lalu. Sehingga, mengakibatkan hujan abu pada daerah sekitar lereng Semeru karena terbawa arah angin.

Joko menegaskan, bahwa Gunung Semeru bukan meletus, seperti yang diberitakan di media sosial. Menurutnya, Gunung Semeru hanya mengeluarkan awan panas guguran sisa erupsi Desember lalu. "Sekarang jarak luncur 4,5 KM.  Kalau yang waktu itu (Desember, red.) sampai 11 KM ke arah Curah Kobokan," ujar Joko saat diwawancarai tadatodays.com, Senin(18/1/2021).

Dia juga menambahkan, beruntung, sesaat setelah guguran APG Semeru Sabtu lalu, terjadi hujan deras di kawasan lereng Semeru sehingga tanaman cabai yang tumbuh di persawahan tidak sampai rusak. Pasalnya, debu vulkanik yang melekat pada tanaman cabai cepat bersih, begitu juga dengan abu yang ada di atap rumah warga.

Joko memastikan, kondisi warga sekitar lereng Gunung Semeru masih aman terkendali dan tidak sampai mengungsi. "Hanya saja tetap harus waspada bila sewaktu-waktu hujan abu terjadi lagi," tandasnya. (mz/don)