Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-11 20:23:49

Warga Triwung Kidul Protes Pembangunan Perumahan Tahap Dua

PERUMAHAN: Warga Perum Green Savana melihat proyek perumahan tahap dua yang dibangun Roy Amran, di balik pagar bambu batas lingkungan warga.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Belasan orang warga Perum Green Savana di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo memprotes proyek tahap kedua pengembangan perumahan tersebut. Pasalnya, truk pengangkut material yang melewati rumah warga dianggap mengganggu.

Sebelumnya, pemilik proyek bernama Roy Amran telah berkomunikasi dengan sebagian warga perumahan, Minggu (4/7/2021) lalu. Saat itu, Roy meminta izin kepada warga untuk membangun proyek perumahan tahap dua.

Tapi tidak semua warga perumahan yang protes. Sebagian lagi menyetujui. Karena ada dua respons warga, pertemuan kali kedua pun digelar pada Rabu, (7/7). Akan tetapi Roy Amran tidak hadir. Ia pun meminta warga untuk menuliskan tanggapannya di WA grup warga perumahan.

Koordinator warga yang menolak, Budiono, Minggu (11/7/2021) sekira pukul 11.00 mengatakan, terdapat 3 poin penolakan yang disampaikan warga. Pertama, banyak anak kecil bermain. Kedua, jalan perumahan yang memakai batako dikhawatirkan rusak. Ketiga, tembok rumah yang dilewati truk material bisa retak.

Menurutnya, untuk menyelesaikan keluhan warga ini, pengembang proyek seharusya duduk bersama. Meskipun komunikasi pertama telah dibahas, namun saat rapat kedua pengembang tak hadir.

Selain itu, Budiono dan warga lainnya juga menolak pemasangan pagar bambu sebagai pengganti pagar tembok yang dibongkar untuk memudahkan proyek perumahan tahap dua. "Tidak seizin dan sepengetahuan warga, tiba-tiba dipasang," katanya.

Komentar warga lainnya yang menolak, Anton Widodo menambahkan bahwa pihaknya keberatan karena pembangunan perumahan tahap dua adalah kepentingan peibadi pengembang dan bukan kepentingan warga. Ia menyarankan agar pengembang bisa menggunakan akses jalan sisi utara, bukan melewati rumah warga. "Kita sudah gak ada sangkut pautnya dengan pak Roy, tapi sudah dibeli dan hubungannya dengan bank," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Roy Amran menerangkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan warga. Ada sekitar 21 orang yang hadir dan sebagian lainnya tidak hadir. Ia menyebut, warga yang hadir itu menerima pembangunan kedua.

Pada pertemuan kedua, Roy mengaku tidak bisa hadir lantaran tetangga rumahnya di Jl. Indramayu ada yang terkonfirmasi positif corona. "Serta meninggal dunia," ujar Roy.

Tak hanya itu, pihaknya berjanji akan mengganti dan membangun fasilitas yang rusak. Seperti gorong-gorong, akses jalan dan pembangunan gapura. "Nanti kita difasilitasi oleh Kelurahan Triwung Kidul. Itu untuk bermediasi antara warga dan saya," katanya saat ditemui di rumahnya sekira pukul 16.30.

Selanjutnya, ia meminta warga tidak khawatir jika akses jalannya rusak. (ang/don)