Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-21 21:22:39

17 Karyawan Positif, Unej Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

SEPI: Petugas keamanan menutup rapat ruang bagian keuangan yang diduga menjadi salah satu lokasi penyebaran virus di lingkungan Unej.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Universitas Jember (Unej) menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember. Hal itu diketahui setelah 17 karyawan dan dosen dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketua Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Corona Virus Desease (TTDKB) Covid-19 Unej Cholis Abror membenarkan hal tersebut. Pihaknya menuturkan, hingga saat ini telah dilakukan tracking penelusuran kepada lebih dari 350 dosen dan karyawan.

Baca Juga : Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terima Bantuan Subsidi Upah

"Dari hasil penelusuran, terdapat 17 terkonfirmasi covid-19, dan dua positif lainya meninggal dunia," katanya, Sabtu (21/11/2020). Lebih lanjut, Cholis mengatakan, mereka yang memiliki kontak erat dengan 17 karyawan tersebut, langsung dilakukan pemeriksaan swab-RT PCR SARS COV2 dan diberikan pendampingan kesehatan.

Baca Juga : Nilai Keamanan dan Efektivitas Vaksin Covid-19

Guna mencegah penyebaran yang lebih luas, selain memberlakukan work from home (WFH), pihak kampus juga melakukan upaya lain. Di antaranya seterilisasi ruangan unit kerja universitias, dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan dan penyinaran sinar ultraviolet pada pagi hari ke setiap ruangan.

Saat tadatodays.com mendatangi gedung rektorat, gedung terpantau sepi dan hanya ada dua petugas keamanan yang berjaga.

Terpisah, Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono mengatakan, saat ini klaster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember mulai sulit dideteksi lantaran masifnya penyebaran. Unej sendiri yang berada di Kecamatan Sumbersari sudah masuk zona merah.

"Klaster sudah tidak begitu terdeteksi. Karena tidak tahu terpaparnya dimana, Karena sudah mereta sekarang. Yang jelas wiliyah kota seperti Sumbersari ini zona merah," Jelasnya.

Pihaknya menduga, bertambahnya jumlah pasien dan adanya klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember, disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Selain itu, kata Gatot, adanya sederet kegiatan berkerumun sepanjang bulan Oktober dan November juga patut diduga sebagai penyebab luasnya penyebaran. Di antaranya, perpanjangan cuti bersama, kampanye Pilkada, dan demo UU Ciptaker. (as/sp)