Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-14 21:16:21

5.390 Warga Desa Curah Tulis Sudah Divaksin

AMAN: Warga Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo menjalani vaksinasi di puskesmas setempat, Rabu (14/7/2021). Vaksinasi pentung untuk meningkatkan herd immunity agar terhindar dari covid-19.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sedikitnya 5.390 warga Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo sudah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Perkembangan ini setelah dilakukan percepatan vaksinasi Covid-19, diikuti antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

Dalam pantauan tadatodays.com dalam proses vaksinasi, Rabu (14/6/2021) antrean warga mulai terlihat sekira  pukul 07.00 WIB. Sama halnya seperti pelaksanaan vaksin pada umumnya, warga mendaftar terlebih dahulu sebelum menerima vaksin.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Menargetkan Vaksinasi 9 Ribu Remaja Perhari

Setelah mendaftar, warga menjalani proses screening guna memastikan kondisi kesehatan stabil dan siap menerima vaksin. Screening yang dimaksud meliputi pemeriksaan suhu tubuh dan tensi darah, serta keluhan penyakit yang diderita.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Target Vaksinasi 9 Ribu Remaja Perhari

Dari sekian banyak warga yang mengantre untuk di vaksin, salah satunya yaitu May Rossi, 20. Perempuan berhijab ini rela jauh-jauh datang ke Puskesmas Curah Tulis untuk divaksin. Alasannya, karena di daerah asalnya ia sudah mencoba ke beberapa pusat kesehatan yang menyediakan vaksin, namun sangat sulit karena keterbatasan kuota.

Di Puskesmas Curah Tulis, ia menerima suntikan dosis pertama untuk jenis vaksin AstraZeneca. Dalam benaknya sama sekali tidak ada ketakutan saat akan divaksin. Karena ia yakin bahwa vaksin aman dan merupakan salah satu ikhtiar untuk tida terpapar covid-19.

PEMERIKSAAN: Warga tabg hendak vaksin tidak langsung disuntik vaksin, melainkan harus diperiksa terlebih dahulu. Mulai suhu tubuh, tekanan darah, sampai penyakit yang diderita sebelumnya.

"Saya bersyukur sekali, akhirnya setelah mencari kemana-kemana untuk mendapatkan vaksin, saya bisa vaksin pada hari ini. Karena jujur di daerah asal saya sangat sulit mendapat kuota vaksin. Sebagai warga yang baik, saya ikuti anjuran pemerintah untuk vaksin karena jalan satu-satunya keluar dari wabah pandemi Covid-19," katanya.

Sri Indrawati, warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas, juga sangat antusias dalam mengikuti program vaksinasi covid-19. Meskipun harus mengantre, ia mengaku tidak masalah. Karena yang ia tahu, banyak warga lainnya yang harus antre berjam-jam untuk bisa menerima vaksin. Vaksin baginya sebagai tameng mengantisipasi diri dari penularan covid-19.

"Setelah divaksin, perasaan jauh lebih tenang. Tapi bukan berarti abai protokol kesehatan. Bagi saya vaksin sebagai pelindung diri demi kesehatan. Harapannya usai divaksin, mata rantai penularan visur ini bisa dicegah. Jadi warga yang belum divaksin tidak perlu takut, jangan dengarkan omongan orang tentang info vaksin yang simpang siur,” katanya meyakinkan.

Dari data yang diperoleh tadatodays.com, Puskesmas Curah Tulis mendapat suplai vaksin dari Dinkes Kabupaten Probolinggo sebanyak 3.670 vaksin Sinovac dan 2.400 dosis vaksin AstraZeneca.

PROKES: Puskesmas Curah Tulis menerapkan protokol kesehatan ketat dalam proses vaksinasi. Tampak warga antre tertib dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Koordinator Imunisasi Puskesmas Curah Tulis Ratna Dewi Okvitasari menerangkan, dari bulan Januari 2021 hingga saat ini, sudah 3.670 dosis vaksin sinovac yang diterima. Dari ribuan vaksin tersebut, 3.370 dosis sudah terpakai. Tersisa 300 dosis dan harus digunakan dalam pekan ini. Sementara untuk dosis AstraZeneca, telah terpakai 2.130 dosis dan tersisa 270 dosis.

“Dari total penduduk Desa Curah Tulis 24.781, yang telah menerima vaksin sebanyak 5.390 orang. Itu setara dengan 21,75 persen jumlah penduduk. Target kami 70 persen harus tervaksin," kata perempuan yang akrab disapa Ratna tersebut.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Curah Tulis drg. Vike Mei Diastutik memastikan bahwa selama proses pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya, tidak ada keluhan berat yang dialami oleh masyarakat yang sudah tervaksin. Di sisi lain, masih ada masyarakat yang ragu untuk divaksin, namun jumlahnya sedikit. Karena saat ini masyarakat sudah mulai sadar manfaat vaksin.

"Tidak ada keluhan atau kippi yang dialami masyarakat saat menerima vaksin.. Karena dari awal, kesehatan masyarakat sebelum menerima vaksin sudah diperiksa terlebih dahulu. Di antaranya pemeriksaan oximetri, tensi, nadi, maupun suhu. Mengenai masyarakat yang masih ragu untuk divaksin, ini adalah tugas bersama kita. Para nakes, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam mengedukasi serta memberikan pemahaman pada warga bahwa vaksin aman dan sehat,” jelasnya.

Vike -sapaan akrabnya – menambahkan, wajar jika usai divaksin masyarakat mengalami keluhan ringan. Menurutnya keluhan itu adalah salah satu proses pembentukan imun. Jika ada keluhan, masyarakat bisa menghubungi langsung nomor petugas yang sudah dilampirkan di kartu vaksin dan akan segera ditindaklanjuti. (*/mel/sp)