Podcast Kesehatan “Ngobras” Dinkes Kabupaten Probolinggo Bahas DBD

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Friday, 14 Mar 2025 13:39 WIB

Podcast Kesehatan “Ngobras” Dinkes Kabupaten Probolinggo Bahas DBD

DENGUE: Kabid P2P Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, M.MKes (kiri) memaparkan gejala DBD dan pencegahannya.

Waspada Demam Dengue

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Mengenali demam dengue atau DBD menjadi topik bahasan Podcast Kesehatan (Podkes) “Ngobras” Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Topik “Mengenali Demam Dengue,” dibahas bersama narasumber Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, M.MKes.

Dokter Nina memaparkan gejala utama demam dengue adalah panas, yang timbul mendadak tinggi terus menerus, kadang diselingi panas yang turun berlangsung 2-7 hari.

Pada hari pertama atau kedua, sulit untuk membedakannya dari demam lainnya, seperti yang disebabkan oleh flu atau infeksi lainnya. “Gejala tambahan meliputi sakit kepala, pusing, mata merah, kemerahan pada wajah akibat demam, sakit perut, mual, muntah, dan nyeri tubuh secara umum,” terangnya.

Adapun waktu harus mencari pertolongan medis, itu jika demam berlangsung selama dua hari berturut-turut tanpa perbaikan, meskipun sudah diberi obat, atau disertai dengan tanda peringatan. Maka segera cari pertolongan medis.

Tanda peringatan meliputi mual dan muntah yang terus-menerus hingga menghalangi asupan makanan atau minuman, nyeri perut hebat, pendarahan dari gusi atau hidung, rasa lelah yang ekstrem, dan gelisah. “Meskipun gejala awal ringan, jika orang di sekitar Anda menderita dengue, kewaspadaan ekstra diperlukan. Tes darah dapat mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi dengue,” tegasnya.

Demam dengue sangat dipengaruhi iklim dan lingkungan. Musim hujan menimbulkan banyak perindukan/sarang nyamuk demam berdarah di lingkungan sekitar kita. Tempat berkembang biak nyamuk harus dihilangkan baik di dalam ruangan. Misalnya, air yang tergenang di vas bunga, tempat mandi burung, dan wadah. Maupun di luar ruangan. Misalnya, selokan tersumbat, ban bekas, dan genangan air.

Meskipun vaksin dengue sudah ada, vaksin ini belum menjadi program pemerintah yang luas di banyak daerah. Vaksin ini mahal dan memerlukan dua dosis, serta mungkin hanya tersedia di klinik swasta. “Vaksinasi menawarkan perlindungan, yang dapat mengurangi atau menghilangkan gejala,” ungkapnya.

Terdapat kesalahpahaman tentang Dengue. Adalah mitos bahwa infeksi dengue sebelumnya memberikan kekebalan penuh. Virus dengue memiliki empat serotipe, yang berarti reinfeksi dengan serotipe yang berbeda mungkin terjadi. “Infeksi kedua dapat lebih parah,” ujarnya.

Sedangkan pemantauan pasca-demam itu penting saat menderita demam dengue. Setelah demam mereda-biasanya sekitar hari ke-4 atau ke-5-, pemantauan yang cermat sangat penting. Penurunan demam tidak otomatis berarti pemulihan. Pasalnya rasa lelah, kehilangan nafsu makan, dan keringat dingin bisa menunjukkan kondisi yang semakin buruk. “Pemantauan terus-menerus diperlukan untuk memastikan transisi yang aman ke fase pemulihan,” harapnya. (*/hla/why)


Share to