57 SD/MI dan 15 SMP di Kota Probolinggo Bakal Direvitalisasi Tahun 2026, Banggar: Sekolah Swasta Hanya 4?

Alvi Warda
Alvi Warda

Wednesday, 26 Nov 2025 13:44 WIB

57 SD/MI dan 15 SMP di Kota Probolinggo Bakal Direvitalisasi Tahun 2026, Banggar: Sekolah Swasta Hanya 4?

RAPBD 2026: Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Probolinggo, Selasa (25/11/2025) malam.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebanyak 57 SD/MI dan 15 SMP di Kota Probolinggo bakal direvitalisasi pada tahun 2026. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo menyoroti kuota sekolah swasta.

Rencana tersebut menjadi salah satu bahasan dalam rapat Banggar DPRD Kota Probolinggo tentang Rancangan APBD Kota Probolinggo 2026, Selasa (25/11/2025) malam. Mulanya, anggota Banggar Eko Purwanto menanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalan program pengembangan karakter bidang kesehatan dan pendidikan. "Kayaknya pemerintah gak serius ya?" ujar politisi PKB itu.

Eko kemudian mencontohkan alokasi anggaran untuk RSUD dr. Moh. Saleh yang hanya fokus pada administrasi dan peningkatan BLUD. "Ini saya rasa kurang serius. Mohon penjelasannya," ucapnya.

Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, anggaran untuk bidang kesehatan 23 persen telah dialokasikan. Namun, justru ada pengurangan untuk anggaran Bosda di bidang pendidikan.

"Ada ketidakpahaman teman-teman di bawah (sekolah, red) dalam mengelola Bosda. Makanya, kemarin itu sampai diperiksa BPK. Ada sinyalir tidak paham digunakan untuk apa. Akhirnya kita kurangi dan dialihkan ke pembangunan fisik sekolah dengan anggaran Rp 17 miliar," kata Tyok, sapaan Rey Suwigtyo. 

Pernyataan Tyok disanggah oleh anggota Banggar Riyadlus Sholihin. “Bukankah pembangunan fisik sekolah menjadi program pusat? Jadi, daerah itu nggak perlu repot. Tinggal ajukan data. Itu namanya kalau gak salah revitalisasi sekolah," ucap Riyad, sapaannya.

Ia juga menyoroti soal data sekolah yang bakal direvitalisasi, meskipun ia telah memiliki data tersebut. Namun, menurutnya, kuota sekolah swasta juga perlu diperhatikan. "Dari 50 lebih sekolah tingkat dasar itu, hanya 4 sekolah swasta. Saya kaget. Ini alasannya apa ya?" ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, pengajuan pembangunan fisik atau revitalisasi sekolah ini berdasarkan data dapodik. "Per 31 Oktober kemarin, jika ada satuan pendidikan yang tidak hadir, maka dinyatakan tidak diprioritaskan untuk direvitalisasi,"ujarnya.

Menurut Siti Romlah, Pemkot Probolinggo telah melakukan edaran dan meminta satuan pendidikan menyertakan dokumentasi yang rusak. " Jadi, banyak memang, ada banyak sekali. Lalu dikategorikan usulan rusak berat dan rusak ringan. Kita ada fotonya," tuturnya. (alv/why)


Share to