70 Persen Pasar Tradisional di Kabupaten Jember Butuh Revitalisasi

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 02 Apr 2026 16:58 WIB

70 Persen Pasar Tradisional di Kabupaten Jember Butuh Revitalisasi

PASAR: Pasar Mangli, salah satu pasar milik kabupaten yang perlu direvitalisasi.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kondisi pasar tradisional di Kabupaten Jember masih jauh dari ideal. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) mencatat, sekitar 70 persen pasar kabupaten membutuhkan revitalisasi.

Kepala Diskopumdag Jember, Sartini, menyebut dari total 30 pasar kabupaten yang ada, sebagian besar sudah tidak layak dan perlu pembenahan. “Dari 30 pasar itu, hampir 70 persen perlu dilakukan revitalisasi,” ujarnya pada Kamis (2/4/2026) sore.

Pasar-pasar tersebut merupakan pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Kondisi yang menurun dinilai berdampak pada kenyamanan pedagang maupun pembeli.

Tak hanya pasar umum, persoalan juga terjadi di pasar hewan. Seluruh pasar hewan di Jember disebut membutuhkan perbaikan, terutama pada fasilitas dasar. “Yang paling penting itu tambatan. Kalau tidak kuat, hewan bisa lepas. Terus juga perlu paving supaya tidak becek,” kata Sartini.

Salah satu contoh adalah Pasar Hewan Mayang. Pada 2025, perbaikan yang dilakukan baru sebatas pagar keliling. Sementara fasilitas utama seperti tambatan dan akses masuk masih dinilai belum memadai. “Naiknya ke pasar itu terlalu tinggi. Kalau bawa hewan pakai pick up, itu sulit,” ujarnya.

Meski kebutuhan revitalisasi cukup besar, perbaikan pasar dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran dan skema bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Sebelumnya, Pemkab Jember juga mengusulkan revitalisasi Pasar Tanjung dengan nilai Rp273 miliar melalui pemerintah pusat. Namun, proyek tersebut diproyeksikan berjalan secara multi years dan belum mencakup pasar lainnya.

Kondisi ini membuat sebagian besar pasar tradisional di Jember masih harus menunggu giliran perbaikan. (dsm/why)


Share to