Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-06 13:08:58

744 Calhaj Kabupaten Probolinggo Batal Berangkat untuk Kali Kedua

HANYA MANASIK: Sejumlah calhaj Kabupaten Probolinggo kembali gigit jari, karena batal berangkat karena pandemi covid-19. Padahal mereka sudah menyiapkan semuanya, termasuk manasik haji di Miniatur Kakbah, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. (foto: dokumen tadatodays.com 2020)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebanyak 744 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Probolinggo, batal berangkat pada tahun 2021 ini. Mereka mengalami pembatalan  pemberangkatan untuk kali kedua, setelah sebelumnya gagal berangkat pada tahun 2020 lalu karena pandemi covid-19.

Di tahun 2021 ini, pembatalan keberangkatan calhaj tanah air itu berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 660 Tahun 2021, tertanggal 3 Juni 2021.

Baca Juga : Menabung 12 Tahun dan Jual 2 Sapi, Pasutri CJH Lansia di Probolinggo Kecewa Gagal Haji

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) pada Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Sholehudin mengatakan, pembatalan ini murni karena pandemi covid-19.

Baca Juga : 1.822 Calon Jemaah Haji Jember Batal Berangkat, Kemenag Sebut Tak Ada Protes

Ia memastikan, pembatalan itu bukan karena Indonesia punya utang kepada Arab Saudi, seperti isu yang beredar saat ini.

Sholehudin menjelaskan, pihaknya sudah melaksanakan rapat dengan Kemenag Republik Indonesia, dan Kemenag Jawa Timur.

Dalam rapat itu ditegaskan kalau Indonesia tidak mempunyai utang kepada Arab Saudi. "Itu semua hoaks, itu tidak benar," katanya, Minggu (6/6/2021).

Ia menuturkan, Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) juga sudah melaporkan kalau keuangan jamaah haji masih aman. Bahkan jika calhaj yang sudah melakukan pelunasan, jika hendak diambil maka diperbolehkan. "Tapi uang pendaftarannya jangan diambil," ujarnya.

Menurutnya, dari adanya kebijakan pengambilan pelunasan itu, cukup membuktikan kalau keuangan calhaj masih ada. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, dan tidak termakan isu hoaks yang beredar.

Saat ditanya mengenai kebijakan jika ada kenaikan biaya di musim haji berikutnya, baik ongkos pesawat dan lain-lain, Sholehudin mengaku belum mendapatkan petunjuk terkait hal tersebut karena belum ada pembahasan. "Jadi belum ditentukan tekniknya," katanya, melalui panggilan seluler.

Diketahui, 744 calhaj Kabupaten Probolinggo semula dijadwalkan berangkat pada 15 Juni 2021. (zr/don)