Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-18 16:37:19

Aliansi Umat Islam Jember Minta Bebaskan Habib Rizieq

KETAT: Sejumlah orang yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Jember menggelar aksi di Bundaran Polres Jember, dan menuntut polisi untuk membebaskan Habib Rizieq Shihab.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Jember, menggelar unjuk rasa di Bundaran Polres Jember, Jum'at (18/12/2020). Dalam aksinya, mereka menutut Polri untuk mengungkap kasus penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) dan meminta imam besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) segera dibebaskan.

Dari pantauan tadatodays.com dilokasi aksi, massa yang diperkirakan berjumlah 50 orang itu, mendatangi Bundaran Polres Jember sekira pukul 14.00 WIB. Terlihat, kawat berduri terpasang melingkar di kawasan tersebut dan ratusan aparat berjaga di lokasi.

Baca Juga : Jalanan Kerap Macet, Pemkab Jember Akan Lakukan Ini

Sebelum orasi, massa yang mengenakan baju serba putih itu mengumandangkan shalawat. Sementara, orator sesekali meneriakkan takbir.

Baca Juga : Bupati dan Wabup Jember Terpilih Belum Terima Undangan Pelantikan

Kepada sejumlah wartawan, korlap aksi, Imam Taufik mengatakan, meski tuntutannya berkaitan dengan keadilan aktivis FPI, namun yang aksi ini bukan dilakukan oleh FPI melainkan Aliansi Umat islam Jember. "Kami di sini mewakili umat Islam Jember," katanya.

Adapun tuntutan yang disampaikan mereka, yakni menuntut kepolisian mengusut tuntas tragedi penembakan 6 laskar FPI pengawal HRS, yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta – Cikampek, Senin (7/12/2020) lalu.

Mereka juga meminta kepolisian lebih terbuka dalam mengungkap kasus tersebut. Mereka berkayakinan, bahwa 6 orang FPI yang tewas tertembak tidak membawa senjata apapun dan tidak menyerang aparat sebagaimana yang dituduhkan.

Selain itu, mereka juga meminta imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab untuk dibebaskan atas tuduhan penyebab kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Dikonfirmasi terpisah, Wakapolres Jember, Kompol Windy Syafutra mengatakan, pihaknya hanya bertugas untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.

"Kami juga memberikan kesempatan bagi mereka (massa aksi), untuk membacakan pernyataan sikap terkait kasus yang ditangani Polda Metro Jaya," ujar Kompol Windy.

Terkait pengamanan aksi, Polres Jember mengerahkan 300 personel. "Dari awal pelaksanaan terpantau aman. Karena ini di masa pandemi, kita juga mengimbau mereka untuk tetap menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya. (as/don)