Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-07 12:02:22

Ambulandes Dikembalikan ke Desa, Tapi dengan Syarat

LAYANAN: Ambulans Desa yang semula di bawah kewenangan Dinas Kesehatan Jember, kini akan dikembalikan ke pemerintah desa.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemkab Jember berencana melimpahkan wewenang oprasional ambulans desa (Ambulandes) ke masing-masing pemerintah desa. Diketahui, sebelumnya oprasional ambulandes berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, untuk memaksimalkan fungsi ambulandes maka pihaknya akan mengembalikan kendaraan operasional tersebut ke pemerintah desa. Menurutnya, ambulandes akan lebih maksimal dan efektif apabila di bawah kewenangan kepala desa. "Kami akan memonitor itu," ujar Hendy kepada tadatodays.com, Rabu (6/4/2021) pagi.

Terkait anggaran oprasional, Hendy belum menerangkan secara jelas bagaimana skemanya. Yang pasti, ia akan menyerahkan ambulandes ke pihak desa.

Langkah pengembalian ambulandes itu, mendapat sambutan baik dari Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Jember. Plt ketua AKD Jember Sunardi Hadi, mengaku menyabut bai katas rencana Pemkab Jember itu namun dengan beberapa catatan.

Di antaranya, anggaran oprasional ambulans seperti perawatan dan honor sopir, bukan berasal dari Dana Desa (DD) melainkan anggaran khusus yang dialokasikan oleh Pemkab Jember.

Selain itu, agar proses operasional berjalan lancar sesuai dengan tupoksi, maka perlu adanya Standard Operating Prosedur  (SOP) penggunaan ambulans.

Sunardi menjelskan, saat ambulandes masih berada di bawah dinkes, hanya boleh digunakan untuk mengantar pasien kurang mampu. “Itupun harus ke rumah sakit milik daerah,” kata Sunardi yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang itu.

Untuk diketahui, pengadaan ambulandes itu dianggarkan melalui P-APBD tahun 2017 sebesar Rp 65 miliar sebanyak 248 unit. Pengadaan ambulandes merupakan upaya untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Jember. (as/don)