Anggaran BPBD Dipangkas, Separuh Dana Sudah Terserap Saat Musim Hujan Belum Datang

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 22 Jun 2026 14:16 WIB

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo
JEMBER, TADATODAYS.COM - Anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember pada 2026 turun menjadi sekitar Rp 7,5 miliar. Hingga 19 Juni 2026, realisasi anggarannya telah mencapai 52,42 persen, sementara puncak musim hujan yang umumnya memicu peningkatan bencana diperkirakan masih akan terjadi pada akhir tahun.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan anggaran BPBD menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada semester kedua. Namun, Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo memastikan penanganan bencana tetap berjalan normal dan tidak terkendala anggaran.
"Sejauh ini dari anggaran yang tersedia kami masih bisa bekerja dengan baik. Sejak Januari kami tetap melaksanakan penanganan bencana," katanya saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026) siang.
Sebelumnya, diketahui terdapat penyusutan Anggaran BPBD Jember, pada 2024 mencapai sekitar Rp 13 miliar dengan realisasi sebesar Rp 10,5 miliar. Alokasi tersebut meningkat menjadi Rp 14 miliar pada 2025. Kemudian pada 2026 diketahui menjadi Rp 7,59 miliar.
Edy menjelaskan, dirinya hanya menjalankan anggaran yang telah disusun pada tahun sebelumnya karena baru mulai bertugas pada awal Januari 2026. Sementara penentuan besaran anggaran merupakan kewenangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026, BPBD mencatat telah menangani 276 kejadian. Sebanyak 243 kejadian merupakan bencana alam, meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Sedangkan 33 kejadian lainnya merupakan bencana nonalam seperti kebakaran, kecelakaan laut, dan kecelakaan sungai.

Memasuki musim kemarau, tren kejadian mulai bergeser. BPBD mencatat peningkatan kasus kebakaran, baik yang dipicu kompor gas, tungku, maupun penyebab lainnya. Di sisi lain, ancaman pohon tumbang juga masih terjadi, seperti peristiwa di Jalan Wahid Hasyim beberapa waktu lalu.
Meski lebih dari separuh anggaran telah terserap, Edy menegaskan BPBD masih memiliki skema pendanaan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana besar menjelang akhir tahun.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp15 miliar yang dapat digunakan khusus untuk penanganan kondisi darurat kebencanaan.
"Kalau memang diperlukan tentu bisa digunakan untuk hal-hal yang sifatnya darurat. Kalau tidak diperlukan ya tidak akan digunakan," ujarnya.
Selain mengandalkan BTT, BPBD Jember juga dapat mengakses dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) apabila terjadi bencana berskala besar dan status tanggap darurat ditetapkan.
"Kalau situasinya tanggap darurat, BPBD provinsi maupun BNPB juga akan membantu. Jadi sejauh ini kami masih merasa situasinya aman dan terkendali," katanya. (dsm/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)