Antisipasi Tambahan Ratusan Becak Listrik, PLN Mulai Siapkan SPKLU Roda Dua di Jember

Dwi Sugesti Megamuslimah
Sabtu, 07 Feb 2026 17:01 WIB

LISTRIK: SPKLU Roda dua yang berada di kantor PLN UP 3 Jember.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Masuknya ratusan becak listrik baru ke Kabupaten Jember mulai diantisipasi dari sisi infrastruktur. PLN UP3 Jember menyiapkan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) Center roda dua dan menyiapkan skema perluasan titik pengisian.
Manager PLN UP3 Jember, Sendy Rudianto, mengatakan, penyediaan SPKLU roda dua menjadi bagian dari upaya PLN mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.
“PLN sangat senang karena program kendaraan listrik ini juga didukung pemerintah. Kami berharap sinergi PLN dengan pemerintah pusat maupun daerah bisa terus berjalan untuk mendukung green energy,” kata Sendy, Sabtu (7/2/2026).
Saat ini, SPKLU Center roda dua sementara disiapkan di kantor PLN. Namun, kata dia, pengembangan titik pengisian tambahan mulai disiapkan setelah koordinasi dengan Dinas Perhubungan. “Kami sudah diskusi dengan Dishub. Nantinya kita siapkan spot-spot tertentu, khususnya di halte atau tempat mangkal becak listrik. Kita siapkan colokan seperti SPKLU ini di tempat umum,” ujarnya.
.png)
BECAK: Para abang becak yang menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo.
Menurut Sendy, kebutuhan infrastruktur pengisian akan meningkat seiring potensi penambahan armada becak listrik di Jember. “Informasinya akan ada tambahan lagi becak listrik yang masuk ke Jember. Karena itu kita siapkan dari sekarang infrastruktur pendukungnya,” katanya.

Dari sisi teknis, pengisian kendaraan listrik dinilai cukup mudah. Pengguna hanya perlu menggunakan aplikasi PLN Mobile. “Prosesnya gampang. Tinggal scan barcode di PLN Mobile, langsung bisa digunakan untuk pengecasan,” jelasnya.
SPKLU roda dua yang disiapkan memiliki daya sekitar 5.500 VA. Kapasitas ini dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan becak listrik. “Daya ini cukup besar. Becak listrik rata-rata hanya butuh sekitar 2.200 VA. Jadi sangat cukup, bahkan bisa dipakai motor listrik dan sepeda listrik,” kata Sendy.
Untuk durasi pengisian, waktu yang dibutuhkan bergantung pada jenis kendaraan. Khusus becak listrik sekitar 2 sampai 3 jam dari nol sampai penuh. "Tapi beberapa motor listrik yang teknologinya lebih baru bisa lebih cepat, bahkan bisa setengah jam,” ujarnya.
PLN juga memastikan SPKLU roda dua bisa digunakan kapan saja. “SPKLU roda dua ini 24 jam. Jadi masyarakat atau pengemudi becak listrik bisa menggunakan kapan saja,” katanya.
Sementara itu, penggiat becak listrik Jember, Heri Purnama, menilai keberadaan SPKLU sangat membantu, namun distribusinya perlu diperluas. “Kalau bisa pengisian baterai bukan hanya di satu tempat, tapi menyebar. Karena becak listrik ini sudah ada 100 unit dan kemungkinan bertambah lagi,” kata Heri.
Ia menyebut idealnya titik pengisian tersedia mendekati pangkalan becak. Sejumlah lokasi yang dinilai potensial antara lain kawasan Pasar Tanjung, Patrang, Jompo, hingga pusat aktivitas kota.
Selain sebagai transportasi harian, menurut Heri, becak listrik juga mulai dimanfaatkan sebagai layanan semi wisata di kawasan kota. "Banyak penumpang yang cuman mau keliling kota, mereka tidak segan membayar dan kasih tip lebih selama perjalanan," katanya. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)
