Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-03 18:56:33

Apresiasi Street Food Festival Ramadan, Pemkab Banyuwangi Pastikan Keamanan Kuliner yang Dijual

AMAN: Salah satu titik pasar takjil Ramadan di kabupaten Banyuwangi. Bupati Ipuk memastikan kuliner yang dijual aman serta pengunjung dan penjual menerapkan prokes.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Warga Kabupaten Banyuwangi menyambut setiap bulan Ramadan dengan semarak. Salah satunya dengan keberadaan pasar takjil yang dikemas dalam “Street Food Festival”. Tak hanya ditemukan di pusat kota, pasar takjil juga tersebar di berbagai kecamatan.

Pasar-pasar takjil bermunculan hampir di setiap desa di Banyuwangi. Beraneka kuliner dijajakan di sana, mulai makanan khas Banyuwangi seperti kopyor roti dan pisang precet, juga makanan-makanan kekinian disajikan.

Baca Juga : “Bibibi”, Tradisi Berbagi di Hari Ke-27 Ramadan di Probolinggo

“Ini momentum menggeliatkan perekonomian khususnya di sektor kuliner. Mudah-mudahan pasar takjil Ramadan ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka salah satu sentra jajanan takjil di Street Food Festival, Jl. Brigjen Katamso, Kecamatan Banyuwangi, Minggu (3/4/2022).

Baca Juga : Ini 3 Manfaat Berpuasa Bagi Tubuh, Salah Satunya Atasi Penyakit Jantung

Ada 90 pelaku UMKM yang membuka stan di ruas jalan yang berlokasi di utara kantor DPRD Banyuwangi tersebut. Mereka menjual aneka makanan serta minuman, yang biasa disediakan untuk takjil. Mulai makanan ringan seperti patola, kue bagiak, kolak, hingga aneka makanan berat.

Di pasar takjil ini, jarak pedagang ditata sehingga tidak sampai berdesakan. Para pengunjung berjalan kaki sehingga lebih tertib. Para penjual makanan juga menyediakan fasilitas pembayaran cashless untuk memudahkan pengunjung.

“Meski covid sudah melandai, pastikan pedagang maupun pengunjung di semua pasar takjil tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Ipuk, sapaan akrab bupati perempuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ipuk menyempatkan menyapa secara virtual pedagang pasar takjil di lokasi lain. Salah satunya menyapa penjaja makanan di Pasar Wit-Witan, Kecamatan Singojuruh. Pasar yang biasanya dibuka tiap Minggu pagi ini, khusus selama Ramadan dibuka tiap sore.

Di kawasan kota sendiri, juga bermunculan pasar takjil Ramadan. Tak kurang ada 10 lokasi sentra jajanan di kawasan perkotaan. Ipuk kembali berpesan agar para camat, kepala desa, dan lurah memastikan pelaksanaan pasar takjil di wilayahnya berjalan tertib.

“Atur dengan baik. Jangan sampai ada kerumunan. Juga jangan sampai ada penutupan jalan. Karena di sekitar pasar Ramadan juga ada toko dan tempat usaha lain yang juga dimanfaatkan warga untuk mencari rezeki,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menekankan kepada seluruh pedagang yang berjualan di pasar takjil agar selalu menjaga kualitas dan higienitas produknya. “Kualitas bahan, proses pengolahan, hingga penyajian harus diperhatikan. Pastikan kuliner yang dijual sehat dan aman. Insyaallah akan lebih laris,” papar Ipuk.

Untuk memastikan hal tersebut, Laboratorium Kesehatan Daerah (labkesda) juga turun memeriksa keamanan pangan di berbagai lokasi pasar takjil Ramadan. Mobil labkesda rutin turun ke pasar takjil untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi serta tidak menggunakan bahan kimia dan pewarna kimia berbaaya.

Keberadaan pasar takjil ini disambut gembira masyarakat. “Menyenangkan, karena pusat jajanan tumbuh banyak. Jadi kita bisa banyak pilihan, dan tidak harus berdesakan,” kata Desi Fahma, salah satu pengunjung. (*/mus/sp)