Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-23 09:38:25

Bahagianya The Next Generation, Kompeni Esemkada dan SMKN 1 Dringu

JUARA: Kelompok The Next Generation yang berhasil mengukuhkan diri sebagai juara satu kategori 2 (pelajar) dalam Kontes Jingle Cegah Covid-19 gelaran Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Kontes Jingle Cegah Covid-19 tahun 2021 sudah melewati babak grandfinal, Sabtu (20/11/21) lalu. Selain empat kelompok finalis dari kategori I (umum), ada tiga finalis dari kategori II (pelajar). Nah, para finalis dari kategori II memiliki cerita-cerita sendiri setelah berhasil menjadi juara kontes gelaran Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bareng Tadatodays.com ini. 

Baca Juga : Waspadai Penyakit Demam Berdarah

----------------------------------------

Baca Juga : Santriwati Ponpes Nurul Jadid Paiton Juara Satu Lomba Bahasa Jepang

SABTU itu cuaca berasa “sendu”. Jarum jam sudah menunjuk pukul 10.00, tetapi matahari tertutup mendung. Di luar gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo di Dringu, gerimis turun.

Sementara di luar cuaca mendung dan gerimis, di dalam ruang pertemuan PRIC (Probolinggo Region Invesment Centre) di MPP Kabupaten Probolinggo pagi itu justru menjadi hangat. Di  ruang pertemuan lantai II MPP Kabupaten Probolinggo itu digelar grandfinal Kontes Jingle Cegah Covid-19 tahun 2021. Mendung di luar ruangan membuat warna-warni tata lampu arena grandfinal kontes jingle menjadi lebih hidup.  

Tepat pukul 10.00, Grandfinal Kontes Jingle Cegah Covid-19 tahun 2021 dimulai. Ada 8 finalis yang bertarung di babak final ini. Mereka masuk final setelah berkontestasi di babak pertama dengan 37 kelompok peserta. Namun, dari 37 kelompok peserta, hanya 23 video jingle yang berhasil diproduksi dan dinilai oleh tim juri.

Selanjutnya, delapan finalis dinyatakan berhak tampil di babak final Sabtu itu. Dari kategori  I (umum) ada 4 finalis, yaitu DRM Project, RSW 118, Zig-Zag, dan Jing’s Family. Sedangkan dari kategori II (pelajar) ada 3 finalis, yaitu Kompeni Esemkada, The Next Generation, dan SMKN 1 Dringu.

Kategori II adalah kategori peserta pelajar tingkat SMP/SMA/Mahasiswa, dan Pondok Pesantren. Dalam final, kelompok yang pertama tampil di kategori ini adalah Kompeni Esemkada. Penampil dari SMKN 2 Kota Probolinggo ini kompak tampil menggunakan baju nuansa etnis Madura.

Kompeni Esemkada merupakan ekstrakurikuler seni dari SMKN 2 Kota Probolinggo yang terbentuk pada Oktober 2021. Kelompok yang dibentuk oleh Dimas Prayoga ini beranggotakan 7 orang penampil. Uniknya, 3 dari 7 penampil memainkan alat musik yang tak dimainkan oleh kelompok lain, yaitu kendang, kenong telok, dan triangle.

HADIAH: Para juara menerima hadiah berupa trofi, dana pembinaan dan sertifikat yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono.

Setiap finalis dalam babak final diharuskan menyanyikan satu lagu bebas dan jingle ciptaannya. Kompeni Esemkada menampilkan lagu sholawat sebagai lagu pembuka. Dilanjutkan dengan lagu jingle berjudul “Ayo Vaksin” yang ditampilkan dengan semangat tinggi. Rusydina (17) sang vokalis berusaha mengajak orang-orang di dalam ruangan untuk ikut bernyanyi bersamanya.

Saat pengumuman pemenang, Kompeni Esemkada meraih juara 3. Mereka mendapatkan trofi, sertifikat, dan dana pembinaan sebesar Rp 2 juta. Rusydina bersyukur dan senang meskipun tidak mendapat juara 1. “Saya juga sangat senang. Meskipun tidak juara 1 atau 2. Setidaknya dapat menjuarai kategori 2,” tuturnya kepada tadatodays.com.

Di akhir sesi wawancara, gadis yang akrab disapa Dina ini berharap agar bisa berpartisipasi di lomba lain lagi. Selain itu, Dina juga berharap agar jingle yang ia bawakan bisa memotivasi masyarakat. “Agar jingle ini bisa jadi motivasi masyarakat. Supaya mau vaksin, menjalankan prokes, dan pakai masker,” ujar Dina.

Setelah penampilan dari Kompeni Esemkada ada finalis selanjutnya yaitu The Next Generation. Personelnya merupakan pelajar SMP, SMK, SMA dan Mahasiswa. Di babak final, kelompok ini kompak mengenakan kaos hitam yang diberi luaran berupa kemeja, jaket jeans, ataupun overcoat.

The Next Generation terbentuk sekitar bulan Mei 2021. Kelompok yang didirikan oleh Haris Wahyu Diyanata, Welli Yordan, dan Christnugroho Widana Putro awalnya dari pelayanan gereja. Setiap hari Minggu, The Next Generation sudah biasa membantu tim multimedia gereja.

Meskipun pendirinya hanya 3 orang, ada 3 anggota lain dalam kelompok. Total 6 orang anggota The Next Generation. Di antaranya Haris sebagai pemain keyboard, Christnugroho sebagai pemain bas, Welli sebagai pemain saxophone, Yulian sebagai pemain drum, Krisna sebagai gitaris, dan Dona di bagian vokal.

Lagu pertama yang dibawakan adalah If I Ain’t Got You dari Alicia Keys. Suara halus Dona (14) sang vokalis membawa perasaan mendayu. Semua penonton menikmati lagu yang dibawakan oleh The Next Generation. Ada juga, penonton yang sesekali mengikuti gerakan dansa sesuai alunan lagu.

Lalu, penampilan mereka dilanjut dengan jingle bertajuk ‘Kebiasaan Baru’. Mereka membawakannya dengan penuh semangat dan keceriaan. Instrumen dari berbagai alat musik terasa pas dan seirama. Sangat cocok dengan power sang vokalis. Penampilan dari The Next Generation ditutup dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton dan dewan juri. Terbukti, mereka sangat menikmati musik tersebut.

Meskipun sempat merasa ragu melihat penampilan dari finalis lain, tetapi tidak mengurangi rasa percaya diri The Next Generation. Mereka berhasil tampil memuaskan dan meraih juara 1 dalam kategori II. Menurut penuturan Dona, hal ini sesuai dengan harapan mereka. “Seneng banget, karena memang juara 1 yang kami harapkan,” ungkap Dona saat diwawancarai seusai pengumuman juara.

Penampilan terakhir dalam kategori II dibawakan oleh SMKN 1 Dringu. Mereka tampil menggunakan seragam kebanggaan mereka. Seragam putih lengkap dengan segala aksesoris, ala sekolah pelayaran.

Kelompok ini berawal dari ekstrakurikuler sekolah yang dikembangkan menjadi kelompok musik. Mereka dibimbing oleh guru Seni Budaya SMKN 1 Dringu yaitu Gusti Muhammad C.A (28). Kelompok yang dibentuk tahun 2018 ini selalu mengalami perubahan anggota. Namun dalam mengikuti kontes jingle ini, Gusti memilih 5 orang penampil.

Di awal penampilan, mereka menampilkan lagu “Meraih Bintang” yang merupakan official theme song Asian Games 2018 di Indonesia yang dipopulerkan oleh penyanyi dangdut Indonesia Via Vallen. Mereka membawakan lagu ini dengan penuh semangat, sehingga membuat ruangan kembali hidup. Dengan sedikit gerakan dari penyanyi, mereka seakan mengajak para penonton untuk bernyanyi dan berjoget bersama.

Lalu mereka mulai masuk ke lagu inti yaitu jingle. Jingle yang dibawakan berjudul “Lawan Corona”. Jingle dibawakan dengan sedikit koreografi yang merepresentasikan lagunya. Bukan hanya itu, mereka juga membawakan jingle diiringi oleh drum air. Hal itu membuat penampilan semakin menarik dan meriah.

Dengan penampilan itu, mereka bisa meraih juara kedua di kategori II, sekaligus  juara favorit dengan jumlah penonton lebih dari 1000 kali tonton melalui kanal youtube tadatoday tv. Rini (12) salah satu vokalis SMKN 1 Dringu mengaku senang dan bangga bisa mengikuti Kontes Jingle Cegah Covid-19 tahun 2021. Ia juga menambahkan, “Ajang ini bisa untuk menambah wawasan dan sebagai ajang promosi SMKN 1 Dringu.”

Selaras dengan hal itu, Gusti di wawancara sebelumnya (21/10/21) menerangkan bahwa SMKN 1 Dringu merupakan sekolah baru. Melalui kontes ini ia ingin mempromosikan sekolah tersebut. Selain itu, ia juga ingin memberikan pengalaman kepada anak didiknya, mengingat 2 tahun ini tidak berkreasi karena pandemi. Ia berharap agar karyanya bermanfaat untuk orang banyak.

Saat gelaran grandfinal Kontes Jingle Cegah Covid-19 tahun 2021 berakhir, gerimis masih mengguyur kawasan MPP Kabupaten Probolinggo. Meskipun suasana terkesan tetap sendu, tak melunturkan senyum kebahagiaan para pemenang. Dengan semangat dan wajah girang, mereka menenteng berbagai hadiah yang mereka menangkan. (yua/sal/ata/brian/why)