Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-11 19:41:37

Bawa Sound ke Pendapa, Pengusaha Hiburan di Jember Minta Diizinkan Beroperasi

AKSI: Ratusan pengusaha jasa hiburan di Jember mendatangi pendapa bupati meminta agar izin berusaha pascapandemi segera diberlakukan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ratusan pemilik jasa sewa sound system dan pengusaha event organizer (EO) mendatangi Pendapa Wahyawibawagraha Pemkab Jember, Selasa (11/8/2020). Mereka meminta agar pemkab kembali mengizinkan mereka menjalankan usahanya.

Pantauan tadatodays.com, ratusan massa yang tergabung dalam Entertainment Jember Bersuara (EJB) datang dengan puluhan mobil dan truk sekitar pukul 10.00 WIB. Tak hanya itu, mereka juga membunyikan sound system yang mereka bawa dengan volume tinggi.

Baca Juga : 7 Provokator Pengusiran Petugas Medis di Gunggungan Lor Pakuniran Akui Kesalahan

Peserta aksi juga membentangkan sepanduk bertuliskan “Jember Bermasker Jember Sehat” sebagai dukungan pada proses penanganan wabah covid-19 di Jember. Salah seorang peserta aksi dalam orasinya mengatakan, pihaknya siap mengikuti protokol kesehatan asal diperbolehkan menjalakan usahanya.

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

Topan Etos selaku kordinator aksi damai mengatakan, ia bersama rekan-rekannya yang bergerak pada usaha hiburan, selama hampir 5 bulan terahir harus menelan pil pahit. Sebab imbauan untuk tidak berkerumun pada masa pandemi covid-19 benar-benar mematikan usaha miliknya.

“Terus terang, kami selama 4 sampai hampir 5 bulan ini tidak bisa bekerja,” katanya. Karena itu, pihaknya berharap tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Jember segera menangani pandemi yang mewabah. “Semoga Jember segera menjadi zona hijau, agar kami bisa kembali bekerja,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Topan itu mengaku sempat beraudiensi dengan Bupati Jember Faida, Sabtu (8/8/2020). Salah satu kesepakatannya, usaha hiburan dan jasa diperbolehkan membuka kembali usahanya dengan syarat mematuhi standar oprasional yang masih disusun tim gugus tugas covid-19. Pengusaha menurut Topan siap mengikuti segala aturan yang ada.

Namun, dalam aksi tersebut, hingga pukul 11.30 WIB, tak tampak satupun pejabat pemkab yang menamui peserta aksi damai. Akhirnya mereka membubarkan diri sekitar pukul 12.00 WIB. (as/sp)