Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-31 20:07:17

Beritahu Alamat Rumah Teman Sekolahnya yang Bolos, Siswa Ini Langsung Dikeroyok

KENAKALAN REJAMA: Video penganiayaan yang dialami MK beredar luas di media sosial. Kini, kasus yang menimpa pelajar kelas 7 di Jember itu telah ditangani kepolisian setempat. Sementara Dinas Pendidikan Jember akan memanggil para orang tua siswa yang terlibat dalam kasus tersebut.

JEMBER, TADATODAYS.COM - MK, salah satu siswa kelas 7 asal Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember melapor ke SPKT Polsek Jombang karena menjadi korban penganiayaan oleh beberapa teman sekolahnya pada Selasa (29/3/2022). Dari hasil penyelidikan, korban dianiaya lantaran memberitahu gurunya alamat rumah para pelaku yang kerap bolos sekolah.

Laporan itu bermula setelah video pengeroyokan yang dialami MK beredar luas di media sosial sejak Rabu (30/3/2022). Dalam Video berdurasi 37 detik itu, mendapatkan banyak pukulan dan tendangan oleh beberapa teman sekolahnya.

Baca Juga : Dimediasi, Kasus Pengeroyokan Siswa SMPN di Jember Tetap Dilanjutkan

Video itu kemudian diketahui oleh keluarga MK. Karena itulah, keluarga kemudian menanyakan kebenaran video tersebut kepada MK. MK mengiyakan bahwa korban dalam video itu adalah dirinya.

Baca Juga : Dikeroyok 4 Orang, Pemuda Puger Meninggal Dianiaya

Dari pengakuan itu, keluarga MK selanjutnya melapor ke Polsek Jombang karena lokasi kejadian berada di wilayah Kecamatan Jombang. Menurut polisi, TKP penganiaayan itu terjadi di belakang sekolah MK.

Saat ditemui tadatodays.com usai melapor ke Polsek Jombang, MK mengatakan bahwa ia dikeroyok oleh teman-temannya sesama pelajar di sekolahnya. Menurutnya, rekaman video itu hanya sebagian dari penganiayaan yang menimpanya. "Tidak hanya dipukuli, tapi saya juga dicakar," tutur MK.

LAPORAN: MK bersama keluarganya telah melapor kasus tersebut ke Polsek Jombang. Keluarga tetap menempuh jalur hukum meski pelakunya adalah teman sekolah MK.

Sementara, Hermanu, kakek MK mengatakan bahwa ia dan keluarganya tidak terima dengan kasus yang menimpa cucunya itu. “Saya akan tuntut secara hukum sampai dimanapun," kata Hermanu, saat mendampingi MK di Mapolsek Jombang.

Hermanu telah mendengar langsung pengakuan MK terkait penyebab cucunya itu dikeroyok teman sekolahnya. Gara-garanya tak lain karena MK memenuhi permintaan dari seorang gurunya, yang ingin mengetahui alamat rumah siswa-siswa yang kerap bolos.

Tanpa berpikir panjang, MK pun menunjukkan rumah beberapa siswa yang sering bolos. Menurut Hermanu, pihak sekolah akan melakukan pembinaan dengan menemui orang tua para siswa yang bolos. "Cucu saya hanya diminta gurunya, dimana (rumah) siswa yang bolos. Besoknya dia dikeroyok di belakang sekolah," tuturnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Jombang Aipda Andrianto Widodo mengatakan, setelah menerima laporan pihaknya langsung mengantar korban untuk visum ke Puskesmas Jombang. Hasilnya, korban mengalami luka akibat penganiayaan. "Ada lecet di dada sebelah kiri, lebam bagian punggung kiri dan kanan," ujar Andrianto.

Sebagai tindaklanjut, kata Andrianto, pihaknya akan memanggil siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Jember Sukowinarno mengatakan, pihaknya telah mendapat pemberitahuan dari sekolah korban atas kasus tersebut. "Benar, kepala sekolahnya sudah melapor ke kami,” ujarnya.

Sukowinarno mengatakan, kepala sekolah menyebutkan bahwa kejadian penganiayaan terjadi sepulang sekolah di belakang sekolah.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan Jember akan menggelar pertemuan bersama antara sekolah dengan orang tua masing-masing siswa yang terlibat. “Supaya semua jelas masalahnya, dan sanksi apa yang layak diterapkan," katanya. (bp/don)