Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-24 21:05:04

Biduan Dangdut yang Dilaporkan Cabuli Pelajar Diperiksa Polisi, Ini Pengakuannya

MEMBANTAH: FU dan ayahnya, pelapor dugaan tindak pidana pencabulan saat mendatangi Mapolres Probolinggo Kota. Tuduhan mereka dibantah DAP saat diperiksa penyidik Satreskrim.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Biduan dangdut berinisial DAP asal Kota Probolinggo yang dilaporkan mencabuli pelajar, akhirnya diperiksa Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Sabtu (24/4/2021). Pada penyidik DAP membantah semua tudingan korban dan keluarganya.

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, DAP yang tinggal di perumahan di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu datang seorang diri. Ia kemudian diperiksa di Unit 3 Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Baca Juga : Tahap Dua, Dosen Tersangka Kekerasan Seksual Diserahkan ke Kejaksaan Jember

Meski menyangkal semua tuduhan, namun DAP mengakui pindah-pindah ke tiga lokasi seperti penuturan pelapor. Hanya saja, ia tak melakukan seperti yang dituduhkan. Alasannya, karena saat itu ia juga bersama kru orkesnya.

Baca Juga : Pernah Dilaporkan Mencabuli Pelajar, Biduan Dangdut Ini Membantah

Usai memeriksa terlapor, penyidik juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di 3 tempat yang disebutkan pelapor dan terlapor. Di antaranya, rumah kontrakan di Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih; indekos di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan; dan rumahnya di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran.

Ketika melakukan olah TKP itu, penyidik mengaku belum menemukan barang bukti dari kejadian ini. Karena itu, baik pelapor maupun terlapor sementara statusnya masih sama-sama sebagai saksi. “Kami masih terus melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya,

“Selain melakukan olah TKP, kami memeriksa 4 saksi. Yakni, pelapor, orangtua pelapor, dan terlapor,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus tersebut bermula ketika ayah FU, 16, pelajar asal Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, melaporkan jika anaknya telah dicabuli seorang biduan dangdut. Tak hanya sekali, dalam pengakuannya FU diminta melayani hasrat seksual DAP sebanyak 3 kali.

Tak hanya dicabuli, FU mengaku juga dipaksa menenggak minuman keras. Saat setengah sadar akibat miras itulah, FU dipaksa melayani DAP. Kejadian itu berlangsung selama 3 hari. Selama 3 hari itu, FU mengaku dipaksa melayani DAP sebanyak 3 kali di 3 tempat berbeda. FU juga mengaku tangannya digigit dan lehernya dicekik. (ang/sp)