BRI Unit Pujer Bondowoso Bantu Permodalan, Pelatihan, hingga Bentuk Kelompok Peternak

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Monday, 24 Feb 2025 21:32 WIB

BRI Unit Pujer Bondowoso Bantu Permodalan, Pelatihan, hingga Bentuk Kelompok Peternak

DIGITAL MARKETING: Penyampaian materi tentang digital marketing dan konten oleh Kabiro Tadatodays.com, Andi Saputra.

Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi

JEMBER, TADATODAYS.COM - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pujer Bondowoso menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan peternakan lokal. Melalui program unggulannya, gathering ekosistem, bank BUMN ini tidak hanya memberikan bantuan permodalan bagi peternak, tetapi juga mengadakan pelatihan, dan membentuk kelompok peternak di Desa Sukokerto, Kecamatan Pujer, Bondowoso yang diberi nama Kelompok Peternak Sukokerto.

Kepala Unit BRI Pujer Mohammad Ikhwan mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas sektor peternakan di wilayah tersebut.

Ia menyebut pihaknya akan memberikan dukungan dan fasilitas kepada kelompok peternak Sukokerto berupa pinjaman modal, fasilitas pelatihan, dan membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi.

"Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung peternak. Misalnya, bagaimana pemasaran ternak bisa lebih luas dengan bantuan digital marketing. Kami juga ingin menghubungkan peternak dengan sumber pakan dan pasar yang lebih besar," jelas Ikhwan.

TERNAK: Salah satu peternakan domba yang ada di Desa Sukokerto, Kecamatan Pujer, Bondowoso.

Menurutnya, dengan adanya ekosistem ini, nantinya akan mampu meningkatkan jumlah nasabah. Sementara bagi nasabah, kemudahan mengakses pinjaman akan mampu meningkatkan produktivitas peternakan bagi peternak lama, serta mampu menjadi modal bagi para peternak yang hendak memulai usaha.

Selain itu, BRI juga menawarkan transaksi digital seperti QRIS agar transaksi lebih efisien dan terkendali. "Prosesnya juga mudah, peternak hanya perlu menyetorkan KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan usaha dari desa sudah itu aja mereka sudah bisa mencairkan pinjaman," sambungnya.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya BRI untuk mengoptimalkan potensi peternak lokal dalam memajukan usaha mereka. Dalam program ini, BRI memberikan pembiayaan yang bersifat ringan dan dapat diakses oleh peternak kecil dengan bunga yang kompetitif.

Tidak hanya itu, BRI juga mengadakan pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam mengelola usaha peternakan. Mulai dari pengelolaan pakan ternak, penjualan hingga pengendalian penyakit pada hewan.

Kelompok Peternak Sukokerto yang dibentuk ini diharapkan dapat saling mendukung dalam hal pengelolaan sumber daya, pemasaran hasil ternak, hingga pengembangan teknologi tepat guna. Dengan adanya program ini, BRI berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian daerah, khususnya dalam sektor peternakan.

Dukungan Berkelanjutan

PROGRAM ini disambut baik oleh para peternak yang merasa terbantu dengan adanya kemudahan akses permodalan dan pelatihan yang disediakan.

Ketua kelompok peternak, Muhammad Munib mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi peternak adalah pengelolaan pakan. Meski telah didukung pihak desa, dirinya berharap keberlanjutan dukungan dari pemerintah desa dan BRI dalam penyediaan alat seperti mesin chopper untuk pengolahan pakan.

"Kami ingin peternakan disini berkembang lebih baik. Namun, kami masih kesulitan mendapatkan dukungan, seperti mesin chopper atau pelatihan tentang pakan. Kami berharap ada bantuan yang konkret untuk meningkatkan usaha kami," katanya.

Saat ini, Munib telah memiliki lebih dari 100 ekor domba dan mulai memasarkan hasil peternakannya melalui media sosial. Dirinya berharap pembentukan kelompok peternak ini bisa saling mendukung dan mendapatkan akses bantuan lebih mudah.

"Sementara sudah ada 30-an peternak yang terakomodir dalam kelompok. Memang belum semuanya tapi saya berharap peterna disini lebih maju, bisa lebih berkembang dan sejahterah gitu," pungkasnya.

Namun, kata dia, hal itu akan sia-sia apabila tidak dibarengi dengan sinergi serta dukungan optimal dari pihak desa. Dirinya mengaku dukungan secara optimal akan meningkatkan potensi yang ada di dalam Desa, khususnya sektor peternakan.

Ia mewakili para peternak berharap bahwa kolaborasi antara pihak bank peternak serta desa bisa terus terjalin, sehingga sektor peternakan di Bondowoso semakin maju dan berkembang.

Pada gathering pertama pasca pembentukan kelompok ternak Sukokerto, para peternak langsung mendapat pelatihan perihal pentingnya membuat konten, sambil berjualan. Materi pelatihan ini diberikan oleh Kepala Biro Tadatodays.com Jember Andi Saputra.

Dalam materi yang disampaikan, Andi menyebut sudah saatnya peternak melek media sosial. Karena saat ini media sosial adalah medium baru untuk berjualan. Oleh karenanya, perternak sudah waktunya ngonten aktivitas sebagai peternak sembari berjualan baik di Tiktok, Facebook, Instagram, maupun Youtube

"Peternak itu profesi yang keren, lebih keren lagi kalau mau ngonten. Karena ceruk pembeli ada di sana. Selain memanfaatkan marketplace juga disambi ngonten, seperti Sahabat Domba dan Muda Jaya Farm," katanya.

SERIUS: Para peternak saat mengikuti kegiatan Gathering Ekosistem yang diadakan BRI Unit Pujer.

Potensi Peternakan Berkelanjutan

SEMENTARA, Bryan Bagus Bayu Pratama, Mantri dari BRI Unit Pujer yang bertanggungjawab atas Desa Sukokerto, menyebut bahwa mayoritas masyarakat di daerah ini berprofesi sebagai peternak dan petani.

Menurutnya, berbeda dengan pertanian yang bergantung pada musim, usaha peternakan sapi dan kambing berjalan sepanjang tahun, menjadikannya peluang ekonomi yang menjanjikan.

"Saya melihat peternakan sebagai potensi besar di desa ini. Jika dikembangkan dengan baik, masyarakat bisa mandiri secara ekonomi dan tidak perlu bergantung pada pihak luar. Dengan adanya dukungan dari BRI, peternak dapat mengembangkan usahanya lebih baik melalui pemberian modal," katanya.

Lebih lanjut, Bryan menekankan bahwa dengan berkembangnya usaha peternak, akan terjadi peningkatan simpanan di BRI, menciptakan kondisi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. "Ini bisa jadi win-win solution. Kalau di sistematika perbankan misalnya, kalau nasabah usahanya bagus, BRI tidak ragu untuk memberikan modal," jelas laki-laki asal Kota Jember itu. (dsm/why)


Share to