Bukan KLB, Dinkes Jember Akui Kasus Campak Meningkat

Dwi Sugesti Megamuslimah
Friday, 29 Aug 2025 17:29 WIB

Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Akhmad Helmi Lukman
JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Jember memastikan kasus campak yang belakangan mencuat di sejumlah wilayah bukan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, jumlah kasusnya memang mengalami peningkata.
Hal itu disampaikan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Akhmad Helmi Lukman. Menurutnya, syarat suatu wilayah disebut KLB adalah bila penularan terjadi di desa-desa yang berdekatan secara epidemiologis.
Sedangkan di Jember, kata dia, persebaran kasus campak justru ditemukan di kecamatan yang lokasinya berjauhan. “Kalau dikatakan KLB, itu syaratnya antar desa saling berdekatan. Sementara di Jember, kasusnya menyebar di beberapa kecamatan yang cukup jauh,” ujarnya, Jumat (29/8/2025) sore.
Sejauh ini, wilayah dengan kasus terbanyak berada di Kecamatan Sumberbaru, disusul Ledokombo, Sukowono, hingga Puger. Dari puluhan pasien yang terdeteksi, sebagian besar anak-anak, ada yang menjalani rawat inap dan rawat jalan.
Namun, Helmi memastikan seluruh pasien telah mendapat penanganan, termasuk pemberian vitamin A dan terapi penguatan daya tahan tubuh.
Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kasus campak di Jember masih mengalami kendala faktor kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. Ia menyebut, ada orang tua yang menolak anaknya divaksin dengan alasan takut efek samping hingga meragukan kehalalannya. Bahkan, masih ditemukan penolakan imunisasi di sekolah.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes menggandeng tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) agar bisa menyampaikan pentingnya imunisasi dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami warga.
“Kadang bahasa kesehatan sulit diterima. Karena itu kami minta toga dan tomas ikut meyakinkan bahwa imunisasi penting dan halal,” jelasnya.
Diketahui, hingga minggu terkahir Agustus 2025, setidaknya ada 36 anak yang positif campak di Jember. Bahkan, kasus suspek mencapai 148 kasus.
Helmi menambahkan, ciri-ciri campak biasanya ditandai dengan demam tinggi, ruam kemerahan yang mirip cacar air, hingga muntah-muntah pada sebagian pasien. Penyakit ini bisa menular melalui droplet, udara, maupun kontak cairan tubuh.
"Karena itu, kami mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menjaga kebersihan, memakai masker, serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap," katanya. (dsm/why)

Share to
 (lp).jpg)