Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-10 15:28:30

Bumdes Karya Mandiri, Desa Balung Kulon, Meneguhkan Identitas Desa Pengrajin, Pasarkan Produk Hingga Mancanegara

PRODUKTIF: Produk gitar, jimbe, dan aksesoris yang dikelola Bumdes Karya Mandiri tak hanya dinikmati konsumen lokal, namun juga mancanegara. Selain melalui online, pemasaran hasil produk juga dilakukan melalui galeri maupun kemitraan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember dikenal sebagai desa Pengrajin. Identitas tersebut semakin kuat Ketika sejumlah Pengrajin menginisiasi terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang didukung penuh pemerintah desa setempat.

Bumdes Karya Mandiri dibentuk pada 2016 silam. Saat itu sejumlah Pengrajin dan pemerintah desa setempat berkumpul untuk mendiskusikan keberadaan badan usaha dengan memperhatikan kearifan lokal. Karena di desa tersebut banyak Pengrajin, maka fokus utama untuk memberdayakan Pengrajin agar perekonomiannya meningkat.

Baca Juga : Desa Suci, Tempat yang Tepat Berburu Peralatan Dapur

Direktur Bumdes Karya Mandiri Galih Tri Widagdo saat ditemui tadatodays.com menuturkan, Pengrajin dan pemerintah desa bersemangat agar keberadaan Bumdes ini benar-benar memberikan manfaat bagi banyak orang.

Baca Juga : Desa Suci, Tempat Tepat Berburu Peralatan Dapur

Saat pertama kali didirikan, Bumdes tidak langsung menerima modal. Galih -sapaan akrabnya - yang ditunjuk sebagai direktur, memilih mengawali gerakan dengan mengumpulkan kawan-kawan sesame Pengrajin untuk menyamakan persepsi. “Akhirnya, tahun 2017 kami mendapatkan suntikan modal dari pemerintah desa,” katanya.

PENINGKATAN EKONOMI: Bumdes Karya Mandiri yang digagas pengrajin Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, mengoptimalkan potensi masyarakat lokal untuk meningkatkan perekonomian warga setempat. Kini, Bumdes tersebut mampu mengelola dua bidang usaha dan menyerap banyak tenaga kerja. Inset: Direktur Bumdes Karya Mandiri Galih Tri Widagdo bersama dua rekannya yang menginisiasi pendirian Bumdes.

Suntikan modal yang diberikan pihak desa tak tanggung-tanggung. Pada tahun 2017 ada aliran dana Rp 110 juta untuk renovasi gedung milik desa yang digunakan sebagai kantor Bumdes. Dana itu juga dibuat untuk belanja alat kantor dan peralatan bagi para Pengrajin di bawah naungan Bumdes.

Bumdes kemudian menyasar bidang ekonomi kreatif kerajinan tangan atau handycraft berbahan baku kayu, tulang, tanduk, dan resin atau getah beku. Dari bahan dasar itulah, akhirnya menghasilkan karya berupa tasbih, peralatan rumah tangga, cenderamata, alat musik seperti gitar dan jimbe, serta aksesoris.

Penyertaan modal kembali diberikan pada tahun 2018 sebesar Rp 115 juta. Melalui modal tersebut, Bumdes melebarkan sayap usaha. Yakni, pendirian bank sampah. Modal itu direalisasikan untuk membangun gedung pengolahan sampah, pengadaan kebutuhan alat bank sampah, serta kendaraan roda tiga yang digunakan untuk mengangkut sampah.

Pengolahan sampah dilakukan dengan cara membeli sampah masyarakat untuk kemudian dipilah. Sampah plastik akan diolah menjadi biji plastik. Sementara sampah organik akan dijadikan pupuk dan digunakan sebagai makanan budidaya magot atau larva black soldier.

JAGA LINGKUNGAN: Bank sampah yang menjadi salah satu dari dua program utama Bumdes Karya Mandiri memiliki dua sisi manfaat. Selain memberikan nilai ekonomi bagi warga, juga menekan volume sampah.

Pada periode 2016 hingga 2018, Bumdes belum memiliki keuntungan lantaran masih proses merintis. Baru pada tahun 2019, Bumdes mendapat laba sebesar Rp 98.437.200,-. Sentuhan Bumdes untuk para pengarajin cukup dirasakan dan berhasil mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan produksi kerajinan.

Kinerja Bumdes yang berdampak positif terus di-support pemerintah desa. Pada tahun 2020 dan 2021, Bumdes kembali mendapatkan penyertaan modal. Tercatat, pada tahun 2020 ada suntikan modal Rp 77 juta dan 2021 Rp 25 juta. Support desa pada Bumdes berbanding lurus dengan kinerja dan hasil yang dtunjukkan pengurus.

Tak hanya memproduksi kerajinan dan mengolah sampah yang bernilai ekonomis, Bumdes juga memberikan pendampingan dan pemenuhan kebutuhan alat Pengrajin. Termasuk membuka akses pemasaran. Baik yang dilakukan secara online, maupun konvensional. Pemasaran secara konvensional dilakukan dengan membangun galeri dan kemitraan.

“Galeri penting untuk memamerkan hasil karya Pengrajin. Sementara kemitraan, kami bekerjasama dengan biro haji misalnya, untuk pemenuhan kebutuhan aksesoris seperti tasbih,” kata Galih.  Tak hanya lingkup Jember dan Jatim, produk kerajinan Bumdes Karya Mandiri juga menyasar pasar mancanegara.

Sukses membangun Gerakan ekonomi desa melalui Bumdes, juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Saat ini tercatat ada 45 warga yang menjadi terlibat. Terdiri dari 15 pekerja tetap dan 30 pekerja tidak tetap. Puluhan tenaga kerja itu didominasi anak muda.

“Kami sengaja melibatkan anak muda dalam pengelolaan Bumdes, karena mereka memiliki kreativitas tinggi,” terangnya. Meski baru 4 tahun berdiri, keberadaan Bumdes Karya Mandiri terus berkembang. Permintaan kerajinan terus meningkat. Termasuk manfaat lain dari pengelolaan sampah. Di mana sampah domestic bisa tertangani dengan baik.

Untuk menumbuhkan para pengarajin muda, Bumdes Karya Mandiri juga membuka kelas pelatihan dengan metode pelatihan langsung. Yakni, dengan menerjunkan para peserta pelatihan ke unit-unit proses pembuatan kerajinan.

Metode pelatihan langsung diharapkan memberikan penahaman yang cepat. Sebab peserta terlibat langsung dalam proses produksi. Pelatihan tersebut tidak dipungut biaya dan terbuka bagi siapapun yang memiliki minat mendalami pembuatan kerajinan.

Bumdes Karya Mandiri juga menjadi inspirasi bagi Bumdes di desa lain. Berkat dedikasinya selama 4 tahun terahir, Bumdes Karya Mandiri diganjar penghargaan sebagai Juara 2 Bidang Inovasi Produk dalam lomba yang diselenggarakan PKKPBI-ITS dan Pemprov Jatim.

Kini Bumdes karya mandiri terus melakukan inovasi. Termasuk akan memulai ekonomi kreatif di bidang pertanian dan peternakan. Semua dilakukankan demi kualitas hidup masyarakat Balung Kulon. “Kami berharap, keberadaan Bumdes ini benar-benar memberikan manfaat pada warga. Terutama peningkatan ekonomi,” pungkasnya. (as/sp)