Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-08 18:24:38

Bupati Jember Imbau Kurban Tidak Pakai Kantong Plastik, DLH: Kotoran Jangan Dibuang ke Sungai

TANPA PLASTIK: Bupati Hendy menghimbau dan mengajak panitia pembagian daging kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik karena bisa mencemari lingkungan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Bupati Jember Hendy Siswanto memberi perhatian khusus pada momen hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah yang ditetapkan pemerintah jatuh pada 10 Juli 2022 mendatang. Melalui surat edaran (SE) Bupati Hendy mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan kantong plastik untuk membungkus daging kurban.

Hal itu dituangkan dalam SE Bupati Jember nomor 800/1356/35.09.318/2022 yang diteken pada 30 Juni 2022 lalu. SE tersebut berisi Imbauan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik.

Baca Juga : Jember Gelar Festival Jember Kota Cerutu Indonesia 2022

Melalui SE tersebut, Bupati Hendy menghimbau dan mengajak panitia pembagian daging kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik dan atau menghimbau masyarakat untuk membawa wadah sendiri yang dapat dipakai ulang untuk mewadahi pembagian daging kurban.

Baca Juga : Berkah Idul Adha, Pesanan Tusuk Sate Naik hingga 70 Persen

Bupati Hendy mengatakan, imbauan tersebut sebagai langkah antisipasi adanya lonjakan jumlah plastik pada saat idul kurban. "Jangan gunakan kantong plastik, (karena) bisa mencemari lingkungan," katanya.

Sebagai solusi, Hendy menyarankan sejumlah kantong alternatif pengganti plastik yang berasal dari bahan-bahan berbasis kearifan lokal. Contohnya ialah daun pisang, daun pandan, daun jati, dan wadah ayaman bambu. Jika bahan lokal belum bisa disiapkan, bahan lain yang juga dianjurkan adalah kantong yang mudah terurai atau mudah dikomposkan.

Selain, soal wadah yang ramah lingkungan, Bupati Hendy juga mewajibkan panitia kurban untuk menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Seperti tempat sampah terpilah di lokasi pelaksanaan salat ldul Adha dan pembagian daging kurban.

"Siapkan tempat yang bersih, peralatan yang bersih. Jangan sampai berkerumun, terapkan protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Sampah DLH Jember Nurul Hidayat saat dikonfirmasi berharap, imbauan agar menggunakan wadah ramah lingkungan pada saat kurban, dipatuhi oleh masyarakat.

Pria yang karib sapa Cak Oyong itu mengatakan, berdasarkan pantauannya selama ini sudah banyak masjid yang menggunakan wadah ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban. Oleh karena itu, pihaknya meyakini imbauan Bupati juga bisa dilaksanakan ditempat-tempat lain.

"Selama ini kita lihat sudah ada masjid -masjid yang menggunakan wadah ramah lingkungan. Semoga masjid lain bisa menerapkan hal yang sama," katanya.

Cak Oyong yang juga seorang pegiat lingkungan menambahkan imbauan agar para panitia penyembelihan hewan kurban tidak membuang kotoran berupa darah atau bagian sisa lainya di  sungai maupun saluran air bersih lainnya. Sebab, pembuangan sisa kurban ke sungai dapat menjadi pencemaran lingkungan. "Ini sifatnya imbauan. Semoga bisa dilaksanakan," pungkasnya. (*/as/why)