Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-10 15:36:02

Bupati Jember Sebut Keberadaan Lapangan Golf Berpotensi Tarik Investasi

GOLF: Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan kepada wartawan terkait rencananya membangun lapangan golf baru di Kecamatan Glantangan, dengan dana 5 miliar rupiah. Menurutnya, keberadaan lapangan golf mampu menarik investasi.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Bupati Jember Hendy Siswanto, menjawab kritikan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) mengenai anggaran senilai 5 miliar yang direncanakan untuk pembangunan Club House Lapangan Golf Glantangan. Menurut Hendy, keberadaan lapangan golf Glantangan berpotensi meningkatkan investasi ekonomi di Kabupaten Jember.

Hal itu disampaikan oleh Hendy dalam rapat paripurna dengan agenda Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi dalam Nota Keuangan R-APBD 2022, Rabu (10/11) siang. Rapat Paripurna tersebut digelar di gedung DPRD setempat.

Baca Juga : Disparbud Jember Mengaku Tak Mengusulkan Proyek Lapangan Golf Senilai Rp 5 M

Menurut Hendy, lapangan golf tersebut juga untuk mencetak atlet cabor golf, serta sebagai sarana olahraga dan wisata.

Baca Juga : Fraksi PKB DPRD Jember Kritik Rencana Pembangunan Lapangan Golf Rp 5 Miliar

Ia berpendapat, olahraga golf juga akan menimbulkan multiplier effect pada sektor lainnya. “Yakni, investasi,” katanya.

Mengenai, pertanyaan status lahan Club House Glantangan. Hendy menjelaskan bahwa telah ada kerjasama antara Pemkab Jember dengan PTPN XII. Kerjasama itu, kata dia, diawali dengan kerjasama Operasi Pembangunan Bandar Udara Notohadinegoro. Kemudian dilanjutkan kerjasama pembangunan Lapangan Golf Kebun Glantangan.

Hendy melanjutkan, sebelum melaksanakan kegiatan pembangunan lapangan golf, pihaknya akan memastikan dan menyiapkan lagi aspek hukum dan administrasi lokasi lapangan. "Kita cek regulasinya bersama PTPN," tuturnya.

Sebelumnya, dalam pandangan umumnya, F-PKB menyoroti rencana pembangunan Club House Lapangan Golf Glantangan senilai 5 miliar rupiah yang dianggarkan melalui Disparbud. PKB menyoal rencana tersebut, karena pembangunan lapangan golf bukan termasuk hal yang urgen bagi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, F-PKB juga menyayangkan karena nilai pembangunan lapangan golf lebih besar dari anggaran penanganan angka kematian ibu dan anak, yakni hanya sebesar Rp100 juta per kecamatan. (as/don)