Calon Jamaah Haji 2023 dari Kota Probolinggo Dilepas, Haru Menjalar

Alvi Warda
Alvi Warda

Monday, 05 Jun 2023 19:20 WIB

Calon Jamaah Haji 2023 dari Kota Probolinggo Dilepas, Haru Menjalar

BERANGKAT: Keluarga melepas keberangkatan jamaah haji Kota Probolinggo, Senin (5/6/2023) sore. Tahun 2023 ini ada 160 lebih jamaah haji yang berangkat pada.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebanyak 162 calon jamaah haji (CJH) 2023 dari Kota Probolinggo dilepas kebarangkatannya menuju Tanah Suci Makkah, Senin (5/6/2023) sore. Suasana haru pun menyelimuti pelepasan CJH yang dipusatkan di halaman kantor Pemerintah Kota Probolinggo di Jl Panglima Sudirman.

Senin sore itu halaman dan jalan raya depan kantor pemkot dibanjiri keluarga para jamaah haji. Namun, para keluarga hanya bisa mengantar sampai halaman kantor pemkot. Sedangkan para CJH berada di ruang Puri Manggala Bakti untuk mendapat pesan dari Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

TERTUA: Jamaah haji tertua dari Kota Probolinggo berusia 89 tahun. Ia adalah Sri Hindun, warga Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih.

Di tengah-tengah para jamaah haji itu tampak Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib dan Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo. Mereka turut berangkat ke Tanah Suci Makkah musim ini.

Sejumlah 162 jamaah itu mengenakan baju batik hijau kombinasi warna putih. Tak lupa id card dan syal warna oranye hitam mereka kalungkan di leher. Di tahun ini, jamaah haji tertua di Kota Probolinggo berusia 89 tahun. Adapun yang termuda berusia 23 tahun.

Jamaah tertua itu adalah Sri Hindun Masrurin, warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Ia mengenakan kursi roda dan didorong oleh panitia yang bertugas.

Sri dan seluruh jamaah haji mendapat pesan dari Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Wali Kota mengatakan para jamaah harus mengutamakan ibadah yang hukumnya wajib.

HARU: Pelukan sebelum keberangkatan jamaah haji. Momen haru pun menyelimuti.

Ia juga berpesan agar semua jamaah haji dari Kota Probolinggo bisa saling bahu membahu. "Nanti ada pemikiran ini ngapain ngerepotin saya, saya kan mau ibadah. Jangan sampai ya Pak, Bu," ujar Wali Kota.

Sambutan Wali Kota ditutup dengan doa. Selanjutnya, para jamaah haji berbaris menuju bus masing-masing sesuai nomer kloter. Ada 4 kloter yang berangkat. Sebelum menuju bus, mereka berpamitan pada keluarga masing-masing. Tangis haru pun dengan cepat menjalar. Keluarga jamaah tak kuasa menahan air mata. 

Nunik, anak Sri Hindun, menyatakan ikhlas atas keberangkatan ibunya. Meski demikian, keluarganya sempat khawatir karena tidak bisa mendampingi. "Tapi kami sangat ikhlas, agar ibunda disana mendapat kelancaran," katanya.

Di tengah-tengah wawancara, Nunik menyatakan harapan terbesarnya. Ia berharap ibunya kembali ke Kota Probolinggo dengan selamat dan sehat. (alv/why)


Share to