Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-25 20:47:17

Cerita Agus Supriyadi, Seniman Jember yang Ubah Akar Kayu Jadi Karya Seni

KREATIF: Agus Supriyadi, seniman asal Jember di depan kreasi akar miliknya. Dari tangan kreatifnya, muncul karya seni yang bernilai ekonomi.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Akar pohon tumbang atau yang sudah ditebang, biasanya dibiarkan begitu saja. Atau sekadar dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Namun di tangan Agus Supriyadi, akar-akar itu disulap menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi.

Perajin seni akar tersebut yang merupakan warga Dusun Curah Manis, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, sudah lama menekuni aktivitas tersebut.

Baca Juga : Tinggal Tulang Belulang, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Gunung Manggar

Saat tadatodays.com berkunjung, seniman yang akrab disapa Agus itu tampak sibuk menyelesaikan pekerjaannya.

Baca Juga : Iming-imingi Cilok, Anak 11 Tahun di Jember Dicabuli seorang Duda

Terlihat di sekeliling rumahnya, berjejer seni akar alam yang siap jual. Mulai dari ukuran kecil, hingga ukuran kerajinan akar berdiameter 2 meter persegi. Agus mengatakan, ide usaha kerajinan akar yang ia rintis sejak 2009 ini, bermula saat dirinya bekerja sebagai tukang amplas kerajinan akar ukir di Bali.

Mengetahui usaha seni akar cukup menguntungkan, baru satu minggu bekerja, ia memilih pulang dan membuka usaha kerajinan akar di rumahnya sendiri. Di tangan kreatif Agus, akar jati dan gaharu yang bentuknya tak beraturan, disusun menjadi beragam wujud 3 dimensi.

Mulai dari wajah manusia beragam ekspresi, bentuk binatang, hingga perabotan rumah tangga seperti meja dan kursi. Pria 40 tahun itu mengatakan, semua hasil karya seninya masih mempertahankan pola asli dari akar.

Itulah yang membedakan karya seni miliknya dengan karya seni lain yang umumnya hasil ukir tangan. “Saya hanya mengikuti pola akarnya seperti apa. Kemudian disusun sesuai polanya itu. Jadi tidak merubah pola asli akar,” jelasnya.

Sementara itu, untuk bahan baku sendiri, Agus tidak terlalu susah untuk mendapatkannya. Sebab, di sekitar rumahnya yang notabene masih kawasan hutan gumitir, perbatasan antara Jember dan Banyuwangi, akar bekas pohon tumbang cukup melimpah.

Karena itu, Agus memberi nama hasil karyanya Seni Akar Alam Erosi. “Cari di kebun sekitar sini, kalau ada yang punya lahan, iya kita bayar ke yang punya lahan,” jelasnya. Agus mengaku, karya seni akar buatannya banyak diminati pembeli. Baik untuk perabotan maupun hiasan rumah.

Selain dari berbagai daerah di Indonesia, pembeli karya seni akar

bapak satu anak ini juga datang dari mancanegara seperti Cina dan Belgia. Untuk harga, Agus membanderol mulai Rp 25 ribu hingga ratusan juta rupiah. Tergantung ukuran dan nilai seninya.

Meski sempat kesulitan dalam penjualan, kini berkat ide kreatifnya itu, Agus yang dibantu dengan 4 pegawai setiap bulanya bisa meraup untung hingga jutaan rupiah. Bahkan, saat ada pesanan bisa untung hingga ratusan juta rupiah. (as/sp)