Cuaca Ekstrem, Parkiran Diskominfo Jember Ambrol, Satu Mobil Operasional Terperosok ke Sungai

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 22 Jan 2026 06:40 WIB

Cuaca Ekstrem, Parkiran Diskominfo Jember Ambrol, Satu Mobil Operasional Terperosok ke Sungai

TERPEROSOK: Mobil operasional Diskominfo Jember yang terperosok ke aliran sungai usai ambrolnya pagar pembatas. (Foto: Dokumen Isnein Purnomo)

JEMBER, TADATODAYS.COM - Cuaca ekstrem yang terus terjadi di Kabupaten Jember berbuntut berbagai bencana hidrometeorologi. Salah satunya tanah longsor yang terjadi di parkiran belakang kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember, Rabu (21/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Rabu siang. Hal itu mengakibatkan ambruknya pagar pembatas bagian belakang kantor Diskominfo yang berada di area Gedung Balai Serbaguna (BSG) Kaliwates, Jember. Dampaknya, satu mobil operasional terperosok jatuh ke dalam aliran sungai.

Salah satu saksi mata, Isnein Purnomo, menyebut awalnya mendengar suara gemuruh dari arah belakang pagar pembatas sebelum akhirnya mobil yang terparkir ikut terjun bebas. "Suaranya keras banget, kami semua kaget dan langsung lihat kebelakang. Ternyata besi pagar mulai roboh disusul mobil operasional juga," katanya.

Syukur saja tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, mobil operasional milik Diskominfo Jember mengalami kerusakan cukup parah akibat terjatuh ke aliran sungai dengan kedalaman beberapa meter.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan asesmen awal serta mengamankan area sekitar longsoran guna menghindari kejadian susulan.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan bahwa longsor diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama. "Kondisi plengsengan memang ambrol, dan ada satu mobil operasional milik dinas yang mengantor di sini ikut masuk ke dalam sungai," ujar Edy saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Berdasarkan kajian teknis sementara, kondisi tanah di sekitar titik longsor terpantau masih labil. "Hasil kajian dari teman-teman Jitupasna menunjukkan sepertinya tanahnya masih labil dan masih ada pergerakan-pergerakan kecil. Jadi, kami bertindak sangat hati-hati dan berharap proses evakuasi ini berjalan dengan lancar," tambahnya.

Lebih lanjut, terkait pemicu utama longsor, Edy menyebutkan ada perpaduan antara faktor alam dan kondisi infrastruktur yang sudah menua. "Penyebab pertama tentu saja curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. Selain itu, kondisi bangunan pagar memang sudah cukup lama (tua, red). Faktor-faktor lainnya saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," katanya. (dsm/why)


Share to