Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-28 08:13:58

Dampak Pademi, 526 CJH Kabupaten Probolinggo Membatalkan Keberangkatan

HAJI: Pembekalan jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi menjelang pemulangan jamaah.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melaporkan bahwa pandemi Covid-19 berdampak banyaknya calon jamaah haji (CJH) yang membatalkan keberangkatan. Terhitung sejak tahun awal pandemi yaitu 2020 hingga Juni 2022, ada  526 CJH Kabupaten Probolinggo yang membatalkan.

Hal itu diutarakan Kasi Haji pada Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Sugianto. Saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (27/7/2022), Sugianto  menyatakan bahwa pembatalan pemberangkatan itu disebabkan para CJH merasa tidak akan mampu melunasi biaya haji karena pandemi.

Baca Juga : Visa Belum Terbit, CJH dari Program Furoda Gagal Berangkat

Selain itu, ada pula yang membatalkan keberangkatan haji karena alasan tidak memiliki uang saku untuk berangkat haji. Lalu ada juga yang beralasan tidak memiliki uang untuk persiapan pemberangkatan, seperti selamatan haji dan lain-lain. "Jadi, karena faktor ekonomi," terang Sugianto.

Baca Juga : Satu Jamaah Haji asal Maron Meninggal Dunia di Arab Saudi

Sugianto kemudian merinci, pada 2020 lalu terdapat 2.576 CJH yang mendaftar, lalu 137 diantaranya membatalkan. Pada tahun 2021 lalu terdapat 1.571 CJH yang mendaftar, dan 247 di antaranya  membatalkan. Sedangkan pada 2022 ini terhitung sejak Januari hingga Juni, terdapat 525 CJH yang sudah mendaftar, dan 142 orang membatalkan.

Di lingkup Jawa Timur sendiri disebutkan ada sebanyak 22.486 CJH yang membatalkan pemberangkatannya. Dengan rincian, pada 2020 terdapat 90.547 CJH mendaftar, dan 6.040 orang  membatalkan.

Pada 2021 lalu terdapat 57.337 pendaftar, 10.716 membatalkan. Pada tahun 2022 terhitung sejak Januari hingga Juni terdapat 24.329 pendaftar, sebanyak 5.730 membatalkan pemberangkatan. "Pendaftaran dan pembatalan sudah termasuk haji khusus atau haji plus," katanya.

Selain faktor ekonomi, juga ada beberapa masyarakat yang membatalkan pemberangkatan karena lamanya waktu tunggu pemberangkatan. Saat ini karena faktor kuota terbatas, waktu tunggu jamaah lebih lama dari waktu normal yang sekitar 33-35 tahun. (zr/why)