Dapat Tambahan DAU Rp 223 Miliar, Gerindra Minta Jember Fokus Bangun Desa

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Friday, 14 Aug 2026 14:18 WIB

Dapat Tambahan DAU Rp 223 Miliar, Gerindra Minta Jember Fokus Bangun Desa

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemkab Jember mendapat tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat sekitar Rp 223 miliar. Tambahan DAU ini dinilai menjadi peluang untuk mengejar pembangunan infrastruktur di pedesaan yang selama ini belum terakomodasi.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mendorong tambahan dana tersebut diprioritaskan untuk pembangunan jalan dan penerangan jalan umum (PJU) di desa. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur di pedesaan masih cukup besar.

Terlebih, ruang fiskal pemerintah desa semakin terbatas akibat pengurangan maupun penahanan anggaran Dana Desa.  “Harapan kami ini ke desa dulu. Karena kalau infrastruktur di kota kan sudah memadai,” kata Ardi pada Jumat (14/8/2026) siang.

Ia menilai pembangunan jalan dan PJU di desa tidak hanya menyelesaikan persoalan akses dan penerangan. Infrastruktur yang lebih baik juga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.  “Kalau infrastrukturnya bagus, secara otomatis perekonomiannya akan terangkat,” ujarnya.

Karena itu, Ardi meminta penggunaan tambahan DAU tersebut didasarkan pada pemetaan kebutuhan di lapangan. DPRD, kata dia, akan mengawasi pelaksanaannya melalui dinas terkait. “Perencanaannya harus baik, tepat, dan peruntukannya juga tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Fraksi Gerindra menyatakan mendukung rencana pembiayaan melalui pinjaman daerah yang akan masuk dalam APBD 2027. Ardi mengatakan dukungan tersebut terutama untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah dan mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur.

Ia menilai pembenahan rumah sakit pemerintah menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Ardi menyoroti kondisi RSUD dr Soebandi dan RSUD Balung yang menurutnya masih menghadapi keterbatasan ruang pelayanan. “Banyak sekali pasien yang masih di lorong-lorong jalan, bahkan yang sakit pun tidurnya di lantai. Ini kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Ardi, peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas kesehatan. Terlebih, cakupan UHC membuat semakin banyak warga Jember memiliki akses terhadap layanan kesehatan. “Ini untuk rakyat. Rumah sakit kepentingannya rakyat,” tegasnya.

Selain sektor kesehatan, ia mendorong pinjaman daerah diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang belum merata. “Bukan hanya setuju, kami di garda terdepan,” katanya. (dsm/why)


Share to