Digelar 10 Hari, Event Semipro 2026 Sumbang PAD Sebesar Rp 2,8 Miliar

Amelia Subandi
Amelia Subandi

Tuesday, 14 Jul 2026 12:18 WIB

Digelar 10 Hari, Event Semipro 2026 Sumbang PAD Sebesar Rp 2,8 Miliar

CLOSING: Semipro 2026 ditutup dengan ragam kegiatan menarik. Flashmob sanggar Elisabeth berkolaborasi dengan TP PKK Kota Probolinggo.

Wali Kota: Semua Kreativitas Semipro Karya Anak Muda Kota Probolinggo

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Rangkaian event Seminggu di Probolinggo (Semipro) 2026 resmi ditutup oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Minggu (13/7/2026) malam di Stadion Bayuangga. Semipro dengan tema "Linggo Lungguh, Duduk Bersama, Bangkit Bersama", ditutup meriah dan dihadiri ribuan masyarakat yang memadati kawasan stadion. 

Turut hadir dalam acara tersebut Sekda Budiono Wirawan, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, para sponsor, komunitas, pelaku UMKM, serta tamu undangan lainnya.

Acara penutupan diawali dengan penampilan fashion show para finalis Kang Yuk Kota Probolinggo 2026 yang menampilkan pesona budaya lokal. Kemeriahan berlanjut dengan atraksi Polisi Cilik SDN Sukabumi 2, tari kolosal Hindia persembahan Sanggar Senam Elisabeth bersama TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Probolinggo, hingga ditutup dengan penampilan grup musik kebanggaan Kota Probolinggo, Doyan Wadon, yang sukses menghibur dan mengundang antusiasme ribuan penonton.

Malam penutupan juga menjadi momen pemberian penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Semipro 2026. Penghargaan apresiasi tertinggi diberikan kepada Prolink Production selaku event organizer. Apresiasi juga diberikan kepada para mitra sponsor, yakni Bank Jatim, Alraz, dan PAI, atas dukungan terhadap penyelenggaraan Semipro tahun ini.

Menurut Wali Kota dr Aminuddin, event ini menunjukkan karya masyarakat Probolinggo, termasuk anak-anak dan pemuda, sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Kegiatan Semipro tahun 2026 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Terbukti, dalam putaran uang sampai hari ini yang dilaporkan BPPKAD Kota Probolinggo sudah hampir Rp 3 miliar pendapatan yang masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal, kegiatan ini tanpa menggunakan APBD Kota Probolinggo, sama sekali,” ungkap Wali Kota disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, Kota Probolinggo dikenal sebagai Kota Pendalungan. Karena itu, setiap kali Semipro maupun berbagai kegiatan lainnya digelar, ditampilkan budaya dari berbagai etnis, mulai Jawa, Madura, Arab, dan Tionghoa. Mencerminkan harmonisasi tumbuh subur didalamnya sebagai identitas, kekuatan, sekaligus kekayaan yang tak dimiliki daerah lainnya.

“Kota Probolinggo memiliki potensi luar biasa. Baik potensi budaya, kesenian, bahkan bidang-bidang apa saja. Sehingga, Semipro dengan tema Budaya Nusantara akan terus kami kembangkan. Bukan hanya budaya nasional, tidak menutup kemungkinan juga budaya-budaya internasional,” katanya.

Selama 10 hari gelaran Semipro 2026, terjadi lonjakan kunjungan ke Kota Probolinggo. Pada awal Mei, setelah di-launching-nya Commuter paspor di Kota Probolinggo, membuat jumlah kunjungan ke Kota Probolinggo naik lipat tiga dibanding hari-hari biasa. Tak hanya itu, Stasiun Probolinggo juga menjadi stasiun yang paling diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.

Wali Kota Aminuddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Kota Probolinggo agar semakin nyaman dikunjungi wisatawan maupun masyarakat dari berbagai daerah.

“Tunjukkan bahwa masyarakat Kota Probolinggo itu keren, mampu menjaga kondusivitas. Terbukti banyak masyarakat luar daerah yang berbondong-bondong datang ke sini. Ke depan, kalau bisa Semipro tidak hanya menghadirkan kesenian dari daerah lain, tetapi juga dari luar negeri," katanya disambut tepuk tangan pengunjung.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo saat ini mencapai 6,21 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, capaian tersebut harus terus dipertahankan melalui berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan sektor UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta meningkatkan pendapatan asli daerah.

"Semipro bukan sekadar hiburan. Ini adalah wadah untuk memperkuat UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi Kota Probolinggo kepada masyarakat luas," katanya. (*/mel/why)


Share to