Dikejar Target, 104 Koperasi Merah Putih di Jember Belum Sepenuhnya Siap

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 02 Mar 2026 19:28 WIB

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Jember Sartini
JEMBER, TADATODAYS.COM - Ambisi membangun 104 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Jember dikebut jelang peluncuran nasional pada April 2026. Namun hingga awal Maret ini, baru empat unit yang benar-benar berdiri. Sisanya masih dalam proses.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengakui pembangunan dilakukan bertahap. Empat unit masuk gelombang pertama yang telah rampung. Lebih dari seratus lainnya masih berjalan di lapangan.
“Yang sudah selesai empat unit. Selebihnya progresnya masih berjalan dan kami kejar agar bisa selesai sesuai target,” ujarnya, Senin (2/3/2026) sore.
Namun demikian, Sartini tidak menyebutkan secara spesifik terkait empat titik lokasi KDMP di Jember yang telah rampung. Peluncuran nasional KDMP dijadwalkan pada April mendatang. Secara nasional, sekitar 1.000 koperasi ditargetkan siap beroperasi. Jember sendiri membidik 104 unit bisa ikut dalam momentum tersebut.
Target itu tidaklah ringan. Selain persoalan teknis, keterbatasan lahan menjadi hambatan paling nyata, terutama di desa-desa padat penduduk dan kawasan perkotaan.

Pemkab Jember bahkan harus melayangkan surat permohonan pemanfaatan lahan ke PTPN 1 Regional 5. Setidaknya 20 titik diajukan sebagai calon lokasi pembangunan. “Memang ada kendala lahan. Karena itu kami ajukan permohonan ke PTPN untuk mendukung ketersediaan lokasi,” kata Sartini.
Untuk desa yang benar-benar tak memiliki tanah pembangunan, pemerintah menerapkan skema grouping. Desa tanpa lahan diperbolehkan bergabung dengan desa terdekat yang memiliki lokasi memadai.
Di atas kertas, konsep KDMP digadang sebagai upaya menjaga perputaran uang tetap di desa. Koperasi akan mengelola gerai ritel kebutuhan pokok, apotek desa, hingga pangkalan elpiji.
Sartini menyebut model usaha itu dirancang agar aktivitas ekonomi warga tidak “bocor” keluar desa. “Prinsipnya uang berputar di desa. Warga belanja di desa, keuntungan kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Program ini mendapat dukungan lintas sektor, termasuk pendampingan dari jajaran Mabes TNI. Pemerintah daerah optimistis KDMP bisa menjadi tulang punggung ekonomi baru di tingkat desa. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)
