Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-02 11:56:24

Diklarifikasi, Perekam Video Dugaan Pelecehaan Petugas Yustisi Minta Maaf

BERCANDA: PT, salah orang yang diklarifikasi oleh Polres Probolinggo Kota meminta maaf atas rekaman videonya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kasus beredarnya video yang berisi dugaan pelecehan terhadap aparat saat Operasi Yustisi pada malam Tahun Baru 2021, Kamis (31/12/2020) lalu, akhirnya diselesaikan secara damai. Ini setelah polisi memanggil perekam video tersebut, yang diketahui hanyalah bercanda namun berlebihan.

Video itu direkam di Jalan Ikan Kerapu, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, seperti hasil penelusuran tadatodays.com pada Jumat (1/01/2021) kemarin.

Baca Juga : Pengguna Jalan di Lumajang masih Banyak Melanggar Prokes

Terdapat 3 orang yang diklarifikasi oleh Polres Probolinggo Kota. Ketiganya berinisial PT dan DK, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, serta JL, warga Keluruhan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Polisi memastikan, bahwa ketiganya tidak melanggar hukum. Mereka dianggap hanya melakukan kekeliruan etika yang tidak seharusnya diucapkan, saat aparat melakukan operasi yustisi pada malam tahun baru.

Baca Juga : Uang Rp 9 Juta dan HP milik Istri Polisi Dicuri

Kepala Unit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Joko Murdianto mengatakan, tiga orang itu tidak ditangkap tetapi untuk diklarifikasi atas pernyataannya dan kemudian direkam. Klarifikasi dilakukan agar video yang mereka rekam tidak meresahkan masyarakat.

"Kalau ditangkap kan butuh proses panjang, sehingga oleh petugas didatangi. Secara persuasif juga diklarifikasi," ujarnya saat dihubungi via telepon, Sabtu (2/01/2021).

Joko menuturkan, motif ketiga orang itu merekam aparat yang sedang berkeliling saat operasi yustisi hanyalah bercanda. "Guyononan yang berlebihan," ujarnya.

Sementara itu, dari akun media sosial facebook milik pelaku bernama "Oko Putra", memposting tulisan permohonan maaf. "Saya ingin mengklarifikasi atas video tentang kata-kata kotor yang sudah meresahkan warga Kota Probolinggo, dan saya minta maaf sebesar-besarnya kepada yang terhormat bapak Walikota Probolinggo, bapak Kapolres Probolinggo, Dandim dan petugas patroli pada saat itu." Begitu postingannya. (ang/don)