Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-07 15:12:57

Disnaker Jember Kembangkan Pelayanan Berbasis Digital

INOVATIF: Kepala Disnaker Kabupaten Jember Bambang Rudianto merencanakan sejumlah program berkaitan dengan optimalisasi peran Disnaker dalam pelayanan publik pencari kerja. Salah satu di antaranya dengan layanan digitalisasi informasi.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pelayanan publik yang kreatif dan inovatif menjadi fokus Pemkab Jember. Seperti yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat yang tengah mengembangkan pelayanan berbasis digital.

Kepala Disnaker Jember Bambang Rudianto saat ditemui tadatodays.com di ruang kerjanya, Kamis (7/4/2022) mengatakan, selama ini Disnaker Jember memberikan pelayanan secara manual. Padahal, kata dia, saat ini hampir semua pelayanan publik telah beralih ke digital.

Baca Juga : Studi Tiru Program Desa Digital, Pemdesa Bunutin Bali Kunjungi Desa Sidomulyo

Karena itu, di bawah kepemimpinannya, Disnaker mulai mengembangkan pelayanan berbasis digital dengan membuat laman resmi https://disnaker.jemberkab.go.id/ serta akun instgram @DisnakerJember.

Baca Juga : Bupati Hendy Resmi Berangkatkan Mudik Gratis dari Jember ke Madura

"Kita sudah ada website dan akun Instagram. Sebelumnya tidak pernah ada," katanya. Laman hasil kolaborasi antara Disnaker dan Diskominfo yang baru saja diluncurkan pekan yang lalu itu, saat ini masih dalam proses pengembangan fitur.

Pejabat yang karib disapa Rudianto itu  mengatakan, melalui laman tersebut, nantinya masyarakat dapat mengakses informasi lowongan pekerjaan maupun potensi kesempatan kerja. Kemudian masyarakat juga dapat mengetahui jadwal pelatihan yang diadakan oleh Disnaker. Selain itu, melalui laman tersebut juga masyarakat dapat mengajukan kartu kuning secara online.

"Kita ingin semua mudah, pengajuan kartu kuning secara online dengan tanda tangan secara eletronik. Saat ini masih dalam proses pengembangan," jelasnya.

Tak hanya laman dan akun Instagram, Disnaker juga akan membuat aplikasi khusus bernama Si-Gaja (Sistem Pencarian Kerja) yang di dalamnya terdapat fitur pelayanan yang lebih lengkap.

Volume pelatihan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) siap kerja juga akan ditambah. Mulai dari pelatihan menjadi montir hingga menjadi barista.

Namun demikian, realisasi program digitalisasi pelayanan itu, menurut Rudianto belum bisa dieksekusi secara maksimal dalam waktu dekat. Karena diakui oleh dirinya Disnaker saat ini masih terkendala anggaran.

"Kita masih terkendala anggaran. Anggaran kita hanya untuk belanja rutin saja," katanya.

Pihaknya berharap pada APBD perubahan, pertengahan tahun mendatang, ada alokasi anggaran yang cukup untuk mensuport program-program yang dicanangkan tersebut.

Meski anggaran terbatas, Rudianto mengaku tak tinggal diam. Dirinya terus bergerak mencoba menggaet pihak ketiga untuk membantunya merealisasikan program-program tersebut. (*/as/sp)