Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-07 16:49:56

Disnaker Jember Siapkan Pemberdayaan untuk Keluarga dan Purna Migran

MIGRAN BERDAYA: Kepala Disnaker Jember Bambang Rudianto menggagas sejumlah program untuk buruh purna migran dan keluarganya. Yakni pemberdayaan dan wirausahawan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember berencaa melakukan pemberdayaan berbasis wirausaha. Program itu digagas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para keluarga pekerja migran dan para purna buruh migran.

Rencana program pemberdayaan tersebut disampaikan Kepala Disnaker Jember Bambang Rudianto saat ditemui tadatodays.com di ruang kerjanya, Kamis (7/4/2022). Rudianto menyebut, kesejahteraan keluarga buruh migran dan para purna buruh migran selama ini kurang mendapatkan perhatian dari Disnaker.

Baca Juga : Studi Tiru Program Desa Digital, Pemdesa Bunutin Bali Kunjungi Desa Sidomulyo

Pada umumnya, kata dia, mereka yang bekerja sebagai buruh migran keluar negeri kerap mengirim uang pada keluarga di kampung. Namun demikian, uang yang dikirimkan tersebut jarang yang kemudian dapat dikembangkan oleh keluarga yang menerimanya.

Baca Juga : Bupati Hendy Resmi Berangkatkan Mudik Gratis dari Jember ke Madura

Bahkan tak jarang, buruh migran yang memiliki anak remaja, uang kiriman malah disalahgunakan untuk kegiatan yang kurang bermanfaat. Seperti modifikas sepeda motor dan lain sebagainya.

Menurutnya, fenomena tersebut perlu mendapatkan perhatian dari Disnaker. Yakni, dengan mengagendakan pelatihan-pelatihan khusus pada anak-anak pekerjaan buruh migran. “Kita akan fasilitasi dalam bentuk pelatihan-pelatihan untuk mereka (anak pekerjaan migran, Red),” katanya.

Harapannya, lanjut Rudianto, saat anak pekerja buruh migran memiliki skil di bidang tertentu, maka anak tersebut dapat mengembangkan uang kiriman dari orang tuang untuk berwirausaha.

Hal lain yang tak luput dari pengamatan Rudianto adalah, kelompok-kelompok buruh migran yang kreatif dan mampu menghasilkan produk seperti berbagai macam pakaian jahit dan juga jamu tradisional. Di antaranya di Kecamatan Tempurejo, Ambulu, dan Wuluhan.

Produk-produk tersebut menurutnya harus mendapatkan sentuhan dan juga dorongan. Baik pada sisi produksi maupun pemasaran. “Mereka itu (para purna migran, Red) sumber daya unggul, kreatif, dan juga disiplin. Maka harus kita fasilitasi juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudianto mengakui saat ini pihaknya tengah melakukan penataan diinternal Disnaker. Pihaknya, secara pribadi menginginkan semua program Disaker berjalan cepat dan profesional sebagaimana slogan Bupati Hendy Siswanto, yakni Sinergi, Kolaborasi, dan Akselerasi. (*/as/sp)