Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-19 14:53:38

Disperindag Jember Klaim Harga Kedelai Masih Aman

DIKELUHKAN: Perajin tempe mengeluhkan harga kedelai yang dianggap mahal. Berbeda dengan perajin, Disperindag menyebut harga masih dalam batas wajar.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember mengatakan bahwa harga kacang kedelai di pasaran masih dirasa aman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disperindag Jember, Bambang Saputro. “Untuk Jember sendiri, kami telah mendapatkan informasi dari pasar-pasar tradisional bahwa harga kedelai impor masih aman,” katanya pada tadatodays.com, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga : Migor Curah di Atas HET, Disperindag Operasi Pasar

Bambang –sapaan akrabnya- menyampaikan bahwa harga yang berada di pasaran masih di angka Rp 11 ribu. Harga tersebut masih masih dalam batas aman, terutama bagi perajin tempe dan tahu. Tak hanya harganya aman, stok yang ada di pasaran juga masih memenuhi kebutuhan untuk perajin.

Baca Juga : Disperindag Jember Menghadirkan Pasar Murah di 31 Kecamatan, Ini Jadwalnya

Walaupun harga dan stok masih dirasa aman, Bambang mengatakan pihaknya akan tetap melakukan antisipasi agar pasokan tetap terjaga. Ia menuturkan, bahwa Indonesia masih ketergantungan dengan kedelai impor. Terlebih impor dari negara Amerika. Setiap tahun kebutuhan nasional di angka 3 juta ton dan 80 persennya impor dari Amerika.

Berbeda dengan Disperindag Jember, salah satu pengerajin tempe di Pasar Tanjung Jember menyampaikan kegelisahannya. Arifin, salah satu perajin tempe mengatakan bahwa ia mendapat kedelai di angka Rp 12 ribu. Harga itu dianggap tinggi.

“Dengan harga yang tinggi, saya sebagai peerajin tahu juga kesusahan. Mau tidak mau harus menaikan harga tahu,” katanya. Arifin mengaku terpaksa menaikkan harga tahu karena ia membutuhkan bahan 6 sampai 7 kuintal per hari. (bp/sp)