Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-28 21:01:14

Ditinggal Pergi Saat Memasak, Tempat Pengolahan Jamur Tiram Dilalap Api

BISA DIPADAMKAN: Petugas damkar Kabupaten Probolinggo berupaya memadamkan api yang membakar tempat pengolahan jamur di Kraksaan Wetan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebuah tempat pengelohan jamur tiram milik Sodik, warga Dusun Kapuran, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kabupaten Probolinggo hangus terbakar, Sabtu (28/8/2021). Tak hanya itu, dapur rumah yang jaraknya berdekatan dengan tempat pengolahan jamur tersebut juga turut terbakar.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kabupaten Probolinggo Su'ud mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran sekira pukul 12.49 WIB. Petugas lalu tiba dilokasi pada pukul 12.55 WIB. Sekira satu jam kemudian, api baru bisa dipadamkan.

Baca Juga : DKPP Kabupaten Probolinggo Alokasikan DBHCT Rp 7,1 M untuk Program dan Sarana Pertanian

"Penyebabnya pemanasan pengolahan jamur tiram," terang Su'ud pada tadatodays.com saat ditanyakan penyebab kebakaran tersebut.

Baca Juga : DKPP Kabupaten Probolinggo Alokasikan DBHCT Rp 7,1 Miliar untuk Program dan Sarana Pertanian

Su'ud menceritakan, dari keterangan warga setempat, kejadian tersebut bermula saat pemilik melakukan pemanasan terhadap pengolahan jamur tersebut. Hanya saja setelah api di kompor hidup, olahan tersebut ditinggal keluar rumah oleh pemiliknya. Bahkan keluarga yang lain, seperti istri dan anaknya juga turut keluar.

Setelah beberapa saat kemudian, tiba-tiba warga melihat kepulan asap pada tempat pengolahan tersebut. Dari kepulan itu, perlahan-lahan mulai terlihat api yang membakar tempat itu.  Warga sekitar langsung melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Namun karena terbatas dengan alat, api tidak berhasil dipadamkan, melainkan menjalar ke dapur rumah pemilik rumah.

Selanjutnya, salah seorang dari warga sekitar  menghubungi pihak damkar melalui panggilan call center 112. Dengan sigap pihak damkar langsung bergerak ke lokasi.

"Kami langsung lakukan pemadaman dan pendinginan," ucapnya.

Su'ud mengaku kalau tak ada kendala saat pemadaman, sehingga api berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam sejak pihaknya sampai ke lokasi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja terdapat kerugian material sekitar Rp 25 juta. (zr/sp)