Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-15 15:00:23

DKPP Jember Cek Kesehatan Hewan Kurban di Tengah Sepinya Pembeli

LAYAK SEMBELIH: Petugas DKPP Jember bersama PDHI Jatim VII melakukan pengecekan hewan kurban di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Sumbersari.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember makukan cek kesehatan hewan di sejumlah pedagang hewan kurban, Kamis (15/7/2021) siang.

Kegiatan cek kesehatan hewan kurban yang dibantu Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim VII itu, dilakukan untuk memastikan sapi dan kambing yang akan disembelih pada saat hari raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada tanggal 20 Juli mendatang kondisinya sehat dan layak sembelih.

Baca Juga : Temukan Cacing Hati pada Tiga Ekor Sapi Kurban

Plt Kepala DKPP Andi Prastowo saat dikonfirmasi menerangkan, pihaknya bersama PDHI Jatim VII telah mengerahkan tim pemeriksaan kesehatan hewan ke sejumlah pedagang hewan kurban yang berada di Kabupaten Jember. "Pemeriksaan kesehatan hewan yang akan dijual kemasyarakat," katanya di sela memantau pedagang hewan kurban di Jalan Letjen Soeprapto Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.

Baca Juga : Agar Hewan Kurban Laris, Pedagang di Banyuwangi Manfaatkan Jasa Paranormal

Pemeriksaan itu, kata dia, merupakan pemeriksaan awal untuk mengetahui hewan kurban baik sapi maupun kambing layak disembeli atau tidak baik secara usia maupun kondisi kesehatan.

Pihaknya mengatakan, pemeriksaan akan kembali dilakukan pada saat proses penyembelihan hewan kurban. "Untuk mengetahui layak konsumsi atau tidak," ujarnya.

Terpisah, Ketua PHDI Jatim VII Puput Rijalu mengatakan, dari pemeriksaan awal semua hewan dinyatakan layak jual dan disembelih.

Puput mengimbau agar masyarakat pandai dalam memilih hewan kurban. Adapun hewan terbaik untuk kurban memiliki ciri-ciri, bulu mengikat, mata jernih, hewan nampak aktif, tidak diare, nafsu makan bagus, dan tidak cacat. "Penting masyarakat pilih hewan yang bagus,"  ujarnya.

Terpisah, seorang pedagang hewan kurban bernama Dayat, mengaku bahwa jumlah pembeli saat ini menurun drastis.

Jika dibandingkan dengan jumlah penjualan pada tahun 2019 sebelum pandemi covid-19, dirinya mampu menjual hampir 95 persen dari 70 kambing yang disiapkan. Sementara tahun 2020 pada saat pandemi menerpa, dirinya hanya bisa menjual 30 persennya saja.

Meski jumlah harian pembeli yang datang sedikit, ia masih berharap agar penjualan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. "Masih ada waktu satu minggu bisa laku semua," katanya. (as/don)