Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-03 06:08:06

Dosen Unej: Konten Kreator Punya Peran Penting dalam Kampanye Virtual

DIGITAL: Dosen Unej Didik Suharijadi mengatakan bahwa paslon maupun timsesnya dituntut kreatif menghadirkan kampanye virtual yang menarik dan inovatif.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020, tak bisa melakukan kampanye seperti saat Pemilu atau pemilihan sebelumnya. Pasalnya, mereka kini dibatasi dalam pelaksanaan kampanye.

Tak terkcuali peserta Pilkada Jember, kini kampanye secara virtual menjadi instrumen penting dala penyampaian visi misi. “Dan ini harus efektif sampai ke masyarakat,” kata Didik Suharijadi, dosen Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (Unej).

Baca Juga : KPU Jember Batasi Dana Kampanye Pilkada setiap Calon Maksimal Rp 56 Miliar

Diektahui, KPU tetap melanjutkan pesta demokrasi dengan menerbitkan aturan pembatasan kampanye di Pilkada 2020. Di antaranya menyebutkan kampanye hanya bisa dihadiri oleh 50 orang saja. Jika hal tersebut dilanggar maka paslon tersebut akan mendapatkan sanksi.

Baca Juga : Unik, Lima Tuhan akan Kembali Berikan Hak Pilih di Pilkada Jember

Selain itu, tak ada lagi kampanye akbar mendatangkan ribuan bahkan puluhan ribu massa seperti sebelumnya. Karena itu, peran konten kreator dalam menghasilkan visualisasi kampanye melalui virtual atau media wajib dimaksimalkan.

Kampanye virtual menurut Didik -sapaan akrabnya - harus tetap mengadopsi prinsip, bagaimana informasi visual dapat ditampilkan secara nyata di layar. Sisi pengambilan dan manajemen gambar, harus dilakukan secara profesional agar tetap menarik dan informatif.

“Tim komunikasi dan kreator isi kampanye paslon harus tetap melihat audiens dan konteks atau situasi yang ada. Artinya siapa lawan bicara yang dihadapi. Di sinilah peran penting konten kreator,” jelasnya.

Didik yakin dalam situasi pandemi covid-19, masyarakat akan berpikir dua kali jika akan menghadiri kampanye konvensional yang mempertemukan banyak orang dalam satu lokasi.

Kampanye virtual secara daring akan memberikan banyak keuntungan tersendiri. Di antaranya bisa direkam dan dibagikan ke berbagai platform media social. Sehingga gaungnya bisa Panjang, karena bisa diviralkan di berbagai grup medsos.

Paslon juga tidak harus pergi melakukan konsolidasi dari tempat yang satu ke ke tempat lain. Keuntungan lainnya, praktek money politics bisa diminimalisasi. (as/sp)