Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-30 20:49:41

Dua Kelompok Massa Demo di Laut Paiton, Satu Demo PLTU yang Lain Mendukung

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puluhan aktivis lingkungan yang mangatasnamakan Koalisi Aksi Laut Biru melakukan demonstrasi di sekitar laut PLTU Paiton, Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Aksi itu ditujukan kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, unit 7 dan unit 8. Di mana tumpahan batu baranya itu dinilai merusak ekosistem laut setempat.

Aksi itu dilakukan pada Selasa (30/11/2020), dengan menaiki perahu. Mereka juga membentangkan spanduk yang bertuliskan "ADILI SEKARANG Perusak Ekosistem Laut NKRI". Namun aksi tersebut mendapat penolakan dari para nelayan sekitar. Mereka justru melakukan aksi balasan. Nelayan yang menolak ini menaiki perahu dengan turut membentangkan baner penolakan aksi dari Koalisi Aksi Laut Biru itu.

Baca Juga : Tak Direspons Soal Audiensi, Aliansi BEM Banyuwangi Demo Kantor Bupati

Antoni Sofwan, Koordinator Koalisi Aksi Laut Biru mengatakan kalau aksi tersebut sudah dikabarkan jauh sebelumnya. Pihaknya juga sudah mengirim surat ke pihak PLTU unit 7 dan 8, namun surat tersebut tidak mendapat respon yang baik.

Baca Juga : Jika Tuntutan Tak Dipenuhi, Buruh PT MJS Ancam Demo Lagi

"Sayangnya ada halauan yang dilakukan secara liar, saya tidak tahu mengatasnamakan siapa. Yang jelas ada 7 perahu yang dipakai untuk menghalangi kami, itu masuk di obvitnas. Mereka tidak melakukan standard pengamanan, tidak pakai pelampung, tidak pakai masker," jelasnya.

Sementara itu dia juga mengaku penyampaian pendapat yang ia lakukan sudah berjarak 700 meter dari Objek Vital Nasional (Obvitnas) dalam hal ini PLTU. Sudah termasuk standard jarak aman.

Sementara itu, Muhammad Yusup, Ketua Paguyuban Nelayan Desa Binor, berpendapat bahwa tidak ada yang rusak pada ekosistem laut seperti apa yang dimaksud oleh para peserta aksi.

"Pencemaran apa, wong di sana tidak ada pencemaran. Buktinya masih banyak ikan di sana, dari dulu beberapa tahun yang lalu sudah banyak batu bara yang jatuh itu. Tapi ikan masih banyak ini," terangnya pada Tadatodays.com.

Ia juga mengatakan bahwa aksi yang mengatasnamakan koalisi itu hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. Juga peserta yang ikut aksi itu mayoritas berasal dari luar desa setempat.

"Itu cuma segelintir orang saja, dua orang asli sini (Binor, red), sisanya itu orang luar semua. Tidak ada ikan yang mati di sini masih banyak ikannya, terumbu karang tidak ada yang rusak juga kok," ucapnya. (zr/hvn)