Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-01 15:27:33

Dua Kios di Terminal Karangente Banyuwangi Ludes Terbakar

PEMADAMAN: Petugas damkar berupaya memadamkan kebakaran di kios dalam Terminal Karangente, Banyuwangi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Dua kios yang berada di kawasan Terminal Karangente, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, ludes terbakar. Namun, belum diketahui penyebab kebakaran yang terjadi Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 11.00 WIB itu.

Dua kios tersebut berdiri di atas tanah Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. Masing-masing dikelola oleh Selamet, 77, dan Ponidi ,65. Keduanya merupakan warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Memasak, Ditinggal Mengantar Anak, Dapur Ludes Terbakar

Siang itu warga sekitar mendapati api sudah berkobar di kios tersebut. Warga kemudian berusaha memadamkan api.

Baca Juga : Api Melalap Warung di Tegalsiwalan, Kerugian Rp 50 Juta

Kepala Seksi Lalu lintas Angkutan Jalan Sahroni mengaku mula-mula melihat kobaran api dari dalam kios. "Melihat kobaran api, kami langsung menghubungi pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan," ujarnya.

Empat armada pemadam kebakaran (damkar) datang berjibaku menjinakkan si jago merah. Sekitar pukul 12.00 WIB, api berhasil dipadamkan.

Sedangkan Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kebakaran tersebut dan masih melakukan pendataan terkait kerugian yang dialami korban. "Penyebab kebakaran masih kami selidiki. Untuk dugaan sementara, karena ada gas dan listrik serta magic com yang terancap di sebelah kulkas. Selain itu, untuk kerugian, masih kami data," jelasnya.

Sementara, Ponidi, salah satu pemilik kios, baru tahu api melalap kiosnya setelah diberitahu petugas terminal. "Jadi, saya bergegas menuju kios," ujarnya.

Ponidi mengaku sebelumnya sudah mengecek kiosnya. Lalu karena anaknya sedang sakit, Ponidi pergi untuk melihat kondisinya. Setelah itu, Ponidi baru tahu kalau kiosnya terbakar.

"Saya tidak melakukan apa - apa, karena waktu buka (kios, red), saya hanya mengecek keadaan di dalam. Kalau di dalam, ada kasur, kompor, gas, kulkas dan saya sehari - hari tidur di kios," ungkapnya.

Ponidi sendiri mengaku berjualan nasi, makanan ringan dan kopi untuk mencukupi kebutuhannya sehari - hari. Setelah kebakaran ini, segala perlengkapan kios ludes tidak ada sisa. Termasuk uang tunai Rp 1 juta hasil jualan. "Jadi, tidak ada sisa," keluh Ponidi. (rl/why)