Iqbal Al Fardi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-06 13:17:05

Ekstrakurikuler SMAK Santo Paulus Jember Manfaatkan Sampah Sekolah

SAMPAH: Aktivitas Pecinta Lingkungan Hidup (PLH) sebagai kegiatan ekstrakurikuler SMA Katolik Santo Paulus Jember dalam manfaatkan sampah sekolah.

JEMBER, TADATODAYS.COM - SMA Katolik Santo Paulus Jember memiliki ekstrakurikuler Pecinta Lingkungan Hidup (PLH). Salah satu aktivitasnya ialah memanfaatkan sampah sekolah. Mereka pun mendapat tabungan uang melalui pemanfaatan sampah.

Ekstrakurikuler PLH SMA Katolik Santo Paulus menyulap sampah menjadi tabungan uang sejak tahun 2017. Kegiatan ekskul tersebut berlangsung setiap Senin pukul 14.00-15.00.

Baca Juga : Uji Publik Raperda PPLH, Aktivis Lingkungan: Percuma Kalau RTRW Belum Beres

Ada 16 siswa yang mengikuti ekskul tersebut. Selanjutnya, ada 40 orang penyumbang sampah terdiri dari guru, siswa dan karyawan untuk saat ini. Ekskul tersebut didirikan untuk mengajak siswa agar  mencintai lingkungannya.

Baca Juga : Polisi Bersihkan Sampah Sisa Demo Mahasiswa

Sejumlah 40 orang tersebut memilah sendiri sampahnya sebelum disumbangkan ke PLH. Kemudian, sampah tersebut ditimbang di PLH dan dinominalkan dalam bentuk tabungan.

Saat ini, PLH memiliki uang kas sebesar Rp 400 ribu. Sedangkan para penyumbang sudah menabung Rp 600 ribu dari sampah yang dikumpulkan.

PLH sendiri menampung sampah yang berasal dari sekolah. Jenis sampah yang dikelola oleh ekskul tersebut ialah segala jenis sampah.

Sampah anorganik dikelola di bank sampah milik PLH. Sedangkan sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dengan bentuk produk pupuk organik cair yang nantinya dijual.

Selain itu, mereka juga membuat ecoenzim dari sampah organik. Pembina ekskul PLH Dina menjelaskan bahwa produk ecoenzim tersebut nantinya akan dibagi-bagikan secara gratis. “Ecoenzim ini kami bagikan seacara gratis untuk mengajak orang lain memanfaatkan sampah organik,” jelasnya pada tadatodays.com, Senin (5/9/2022).

Selanjutnya, Dina menerangkan bahwa dari sampah tersebut, selain menjadi produk, menjadi tabungan uang bagi penyumbangnya. “Dengan menyumbangkan sampah, para penyumbang bisa mendapatkan tabungan uang,” terangnya.

Lalu, ia menjelaskan bahwa untuk mengambil tabungan tersebut, peserta harus menunggu dalam kurun waktu satu semester. “Tabungan bisa diambil ketika sudah enam bulan lamanya. Ada yang mengambil hingga kelulusan,” jelasnya.

Seorang anggota ekskul PLH Dean merasa, dengan bergabung dalam ekskul tersebut ia bisa lebih sadar dengan kondisi lingkungan. “Bergabung dengan PLH membuat saya semakin sadar dengan kondisi lingkungan,” ungkapnya.

PLH sanggup mengelola sampah sebanyak dua kilogram selama seminggu. Bahkan, PLH sudah membeli galon untuk mengurangi sampah botol plastik dari uang kas yang pernah terkumpul. (iaf/why)