Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-07 13:35:26

Faktor Cuaca dan Minimnya Hasil Panen Picu Naiknya Harga Cabai

CABAI: Bekurangnya hasil panen petani membuat stok cabai di pasaran berkurang. Alhasil, minimna stok itu memicu naiknya harga cabai hingga dua kali lipat.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Harga cabai di pasar tradisional Jember mulai mengalami kenaikan. Menurut pedagang, naiknya harga itu karena pasokan dari petani berkurang.

Andika, seorang pedagang cabai di Pasar Tanjung Jember, Senin (7/3/2022), mengatakan harga cabai mulai naik dalam sepekan ini karena pasokan dari petani terbatas.

Baca Juga : Cabai di Banyuwangi Tembus Rp 40 Ribu per Kilogram

Selain karena minimnya pasokan, Andika menuturkan, harga cabai selalu naik saban menjelang bulan ramadan. "Mau hari besar seperti ramadan dan isra miraj, mulai naik biasanya," kata Andika.

Baca Juga : Harga Cabai dan Bawang di Pasar Banyuwangi Naik Tiga Kali Lipat

Andika merinci, saat ini untuk harga cabai besar dijual Rp 42 ribu per kilogram, dari semula Rp 20 ribu. Sementara, untuk cabai rawit naik dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu. "Untuk cabai rawit saya juga jual, cuman pasarnya sekarang tidak ada dan sudah dibatasi," katanya.

Karena naiknya harga itu, Andika tidak berani mengulak cabai dalam jumlah banyak karena konsumen juga mengeluhkan kenaikan harga tersebut.

Sementara itu, Penyuluh Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Jember, Ratna Silvia mengatakan bahwa harga cabai terus merangkak naik karena hasil panen petani berkurang akibat musim hujan. "Terlebih mendekati bulan ramada," ujarnya. (bp/don)