Flyover Mangli Disiapkan Empat Lajur, Menteri PU Bidik Mulai Konstruksi 2026

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 23 Feb 2026 10:53 WIB

BAKAL FLYOVER: Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau lokasi yang bakal dibangun flyover.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemerintah pusat mulai memetakan langkah konkret untuk mengurai potensi kemacetan di kawasan Mangli, Kabupaten Jember. Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo menargetkan pembangunan flyover Mangli bisa mulai dikerjakan pada 2026.
Dalam kunjungan kerjanya ke Jember, Minggu (22/2/2026), Dody menegaskan bahwa pembangunan flyover bukan semata menjawab kondisi lalu lintas hari ini, melainkan sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan kendaraan dalam dua dekade mendatang.
Ia bahkan menyarankan agar flyover dibangun langsung dengan empat lajur. Menurutnya, pembangunan dua lajur berisiko hanya menjadi solusi jangka pendek. “Kalau kita mau bikin flyover, ya sekalian empat jalur. Supaya sampai 20 tahun mendatang masih aman,” ujarnya.
Dody menilai pertumbuhan industri dan aktivitas ekonomi di Jember akan berdampak signifikan terhadap peningkatan trafik darat. Karena itu, infrastruktur harus disiapkan dengan perhitungan jangka panjang.
Ia mengingatkan, kemacetan di atas flyover jauh lebih berisiko dibandingkan di jalan biasa karena faktor keselamatan. Secara teknis, proyek ini dirancang sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer.


Estimasi anggaran sementara berada di kisaran Rp700–800 miliar, meski angka final masih menunggu penyelesaian Detail Engineering Design (DED). Jika seluruh tahapan berjalan normal, konstruksi diperkirakan memakan waktu sekitar tiga tahun. Namun, Dody menekankan bahwa percepatan proyek sangat bergantung pada sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, terutama dalam proses pembebasan lahan.
Tak hanya flyover, Kementerian PU juga memetakan sejumlah kebutuhan infrastruktur lain. Berdasarkan data teknis, terdapat 16 titik jembatan dan 50 bendungan di wilayah Jember yang masuk dalam agenda penanganan bersama lintas level pemerintahan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dody turut meninjau Pasar Tanjung. Ia memberi sinyal bahwa opsi pembangunan ulang total (rebuilt) lebih memungkinkan dibanding sekadar revitalisasi parsial.
Menurutnya, wajah pasar ke depan harus mencerminkan identitas lokal Jember. Fasad bangunan, kata dia, tidak boleh meniru gaya kota besar seperti Jakarta, melainkan menonjolkan kearifan lokal sebagai ciri khas daerah.
Pemerintah pusat berharap proses sosialisasi kepada pedagang dapat segera dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan selama tahapan pembangunan. Flyover Mangli dan pembenahan pasar diharapkan menjadi simpul penguatan konektivitas sekaligus penggerak ekonomi baru di Jember. (dsm/why)



Share to
 (lp).jpg)