Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-06 13:16:05

Gadis di Jember Dicabuli Ayah Angkat, Ibu Angkat Tak Bisa Berbuat Apa-apa

IRONI: Derita ABH, gadis asal Jember bertumpuk-tumpuk. Setelah orangtuanya bercerai saat ia berusia 2 tahun, ia diasuh orangtua angkat yang merupakan tetangga orangtua kandungnya. Malangnya, ayah angkatnya justru memperkosa korban. (ilustrasi)

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh orang terdekat di Kabupaten Jember kembali terjadi. Kali ini nasib malang tersebut menimpa seorang gadis remaja berinisial ABH, 17, warga Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.

Terduga pelaku kasus pencabulan kali ini, tak lain ayah angkat korban berinisial SP, 49, warga Kecamatan Silo. Kasus pencabulan itu, terungkap saat paman kandung korban, mendapati ABH menyimpan obat-obatan dan ragi di dalam tasnya.

Baca Juga : Pernah Dilaporkan Mencabuli Pelajar, Biduan Dangdut Ini Membantah

Semula korban enggan menceritakan untuk apa obat-obatan dan ragi yang dibawanya itu. Namun, setelah terus didesak, akhirnya korban mengakui jika ayah angkatnya yang menyuruhnya menyimpan obat-obatan dan ragi. Tujuannya, agar tidak telat datang bulan.

Baca Juga : Korban Pencabulan Ayah Angkat di Jember Hamil, Polres Bakal Gelar Perkara

Korban enggan menjelaskan secara detail pada pamanya perihal kebejatan ayanh angkatnya tersebut. Namun ia mengingat, peristiwa itu ia alami pertama kali akhir 2020. Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi berkat upaya keluarga dan pemerintah desa setempat.

SN, kades di mana korban tinggal bahkan ikut mendampingi korban saat malapor ke Mapolres Jembe. Ia menerangkan, korban merupakan anak korban perceraian. Setelah kedua orang tuanya bercerai dan ABH berusia sekira 2 tahun, korban diasuh oleh tetangga ibu kandung korban.

“Sejak kecil, mungkin 2 tahunan anak ini diangkat anak. Ibu angkatnya ini menikah dengan terduga pelaku ini,” terangnya, Sabtu (6/6/2021) malam. Sebelum kasus ini terbongkar, korban mengaku telah bercerita kepada ibu angkatnya. Namun, sang ibu tak bisa berbuat banyak.

Untuk menghilangkan kecurigaan kerabat dan tetangga karena perubahan perilaku korban, ABH diungsikan orang tua angkatnya ke rumah lain di desa tetangga. “Setiap warga tanya di mana ABH, orangtuanya bilang kerja metik cabai,” jelasnya.

Hingga malam, korban masih menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan, Perempuan, dan Anak (PPA) Satreskrim Mapolres Jember. Sementara Kanit PPA Mapolres Jember Ipda Vitasari masih belum bisa dikonfirmasi. (as/sp)